Showing posts with label Kamu. Show all posts
Showing posts with label Kamu. Show all posts

May 10, 2016

Jangan Ribetin Hidup Mantanmu, Wahai Anak Muda.

Jadi kejadiannya sekitaran pertengahan atau bahkan akhir April gue lupa lebih tepatnya. Gue iseng buka Facebook Messenger, cuma gara-gara pengen tau laki gue foto profil Facebooknya apa karena gue sudah entah dari kapan deactive Facebook. Eh ada unapproved message, gue buka lah, gue pikir dari orang iseng yang minta gue approve friend requestnya, orang-orang yang ketipu sama foto profil gue. Wkwkwkwkwkkwkw :))

Eh ternyata bukan, messagenya dari orang yang dulu gue kenal banget, orang yang pernah gue anggap sebagai orang tua sendiri selama beberapa tahun. Isinya (unlucky, I can't upload the photo because of lack quota. Lol) gak sampe 1 paragraph, tapi ya gitu, omongannya ngaco banget buat orang yang harusnya gue hormati, orang yang sudah punya 1 cucu.

Isinya apa gitu? If you are wondering, here we go.

March 13, 2016

Tulus - Pamit.




Tubuh saling bersandar.
Ke arah mata angin berbeda.
Kau menunggu datangnya malam.
Saat kumenanti fajar.

Sudah coba berbagai cara.
Agar kita tetap bersama.
Yang tersisa dari kisah ini.
Hanya kau takut ku hilang.

Perdebatan apapun menuju kata pisah.
Jangan paksakan genggamanmu.

Izinkan aku pergi dulu.
Yang berubah hanya tak lagi kumilikmu.
Kau masih bisa melihatku.
Kau harus percaya, kutetap teman baikmu.

March 7, 2016

Alter Bridge - In Loving Memory.



Kalo kalian nanya lagu apa yang sering tanpa sengaja keputar diplaylist handphone gue akhir-akhir ini, lagu ini jawabannya. Biasanya sih lagu ini gue dengerin kalo gue lagi kangen sama mantan gue, who is I can't reach anymore. Yang biasanya sih sudah punya pacar, atau bahkan sudah nikah.

Gue secara gak sengaja nemuin lagu ini di Warnet langganan gue waktu 8-9 tahun yang lalu. Bongkar-bongkar folder lagu yang disediain sama mas operator warnetnya. The only Alter Bridge's song that I know until at least last 2 years. Ini lagu galau kalo boleh gue bilang, lagu ditinggalin pastinya kalo soal mantan. Hehehe :D

December 23, 2015

Ungu - Tercipta Untukku.

Menatap indahnya senyuman diwajahmu.
Membuat ku terdiam dan terpaku.
Mengerti akan hadirnya cinta terindah.
Saat kau peluk mesra tubuhku.

Banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu.

Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku.
Disetiap langkah yang meyakiniku, kau tercipta untukku.
Sepanjang hidupku.

Meski waktu akan mampu memanggil sluruh ragaku.
Ku ingin kau tau, ku slalu milikmu.
Yang mencintaimu, spanjang hidupku.


*

November 16, 2015

Kemaruk.

Judulnya diambil dari bahasa Jawa yang artinya rakus. Kenapa rakus? Karena pada dasarnya, semua manusia mempunyai sifat dasar ini, cuma kadarnya yang berbeda.
Nah, siapa yang kemaruk dalam postingan kali ini? Ada banyak, gue termasuk salah satunya. Hahaha :))

Salah satunya berawal dari kecerobohan gue, merambat ke segala hal. Hal yang awalnya gak perlu diributin, jadi ada yang ngeributin. But well, it's okay, pembelajaran buat gue juga. Bahwa kejujuran mahal harganya bos!
Maaf sebelumnya kalo ada salah penulisan kata disana sini, itu tandanya obat gue sudah bekerja dan gue mulai ngantuk banget. Hahaha!
Here we go.

October 6, 2015

Kurang 999.999 Puisi Lagi.

Aku buat untuk kamu yang sedang tidak berada dalam kota yang sama,

Bagaimana kabarmu disana? Masih mencoba berpura-pura bahagia?
Ketika dia yang kamu sayangi setengah hidup meninggalkanmu dengan laki-laki lain yang lebih punya segalanya.
Bagaimana rasanya? Setengah hidup yang kamu perjuangkan mati-matian, membalasmu dengan perlakuan yang demikian.
Jahat rasanya jika aku tertawa, namun kau pun memperlakukan aku dengan cara yang sama.

Kenapa? Tidak terima?
Kenapa harus tidak terima? Biar ku ingatkan kenapa aku bisa tertawa bahagia ketika kamu tidak lagi bisa bersamanya.
Kenapa juga aku masih bisa tersenyum padahal kamu yang aku sayangi sedang terluka.
Masih ingat beberapa waktu lalu? Ketika aku ingin berusaha membahagiakanmu, kau dengan tegas menolakku.
Dengan segala caramu, kau tak begitu hiraukan aku.
Dipikiranmu hanya ada dia, hanya ada bagaimana cara membuatnya kembali ke pelukanmu seperti dahulu kala.
Tanpa peduli, bagaimana perasaanku saat itu. Aku baik-baik saja, atau terluka.

August 29, 2015

August.

Gue sejak 2 tahun yang lalu bener-bener musuhan sama yang namanya Agustus. Kalo bisa, Agustus dihilangkan dari nama bulan dalam tahun masehi. Jadi, habis Juli langsung September. Atau kalo gak gitu, jumlah harinya dibagi 2 ke Juli sama September.

Agustus 2013, seinget gue sih ini ya, gue jadi "jauh" sama orang yang gue sayang waktu itu gara-gara dia sibuk sama kegiatan ospeknya. Dan gue sudah ngerasa ada gelagat buruk juga bahwa dia dekat sama temen baru di Kampusnya. Kita yang awalnya memang sudah makin jauh di jarak, makin jauh di hati pula. Yang berujung gue putus sama dia setelah pacaran hampir 2 tahun apa ya.

Lalu, apa yang terjadi di Agustus tahun 2014? Nah ini yang akan jadi pokok bahasan di postingan kali ini. Bukan tentang orangnya, gue jelaskan dan bold dari awal begitu kali aja orangnya baca terus gak terima. Ini tentang attitude yang gak pantas buat ditiru, jadi ceritanya begini....

June 26, 2015

Rick Price - Heaven Knows.


She's always on my mind.
From the time I wake up, till I close my eyes.
She's everywhere I go, she's all I know.

Though she's so far away.
It just keeps getting stronger everyday
And even now she's gone, I'm still holding on.
So tell me, where do I start, 'coz it's breakin' my heart.
Don't wanna let her go.

Maybe my love will come back someday.
Only heaven knows.
And maybe our hearts will find a way.
Only heaven knows.
And all I can do is hope & pray, 'coz heaven knows.

My friends keep telling me.
That if you really love her, you've gotta set her free.
And if she returns in kind, I'll know she's mine.
But tell me, where do I start, 'coz it's breakin' my heart.
Don't wanna let her go.

Why I live in despair?
'Coz wide awake or dreamin', I know she's never there.
And all the time I act so brave, I'm shakin' inside.
Why does it hurt me so?

Heaven knows... Heaven knows.

June 5, 2015

Aku Sungguh Rindu Kita.

Hai, kamu yang nun jauh disana, semoga selalu dalam lindunganNya.
Jangan lupa bersyukur karena setiap harinya, kita masih bisa bersama.
Meski kita hanya bisa saling bertukar cita dan cinta lewat foto dan suara.

Sampai sekarang aku masih tak percaya.
Kamu yang dulu hilang entah kemana, bisa kembali aku temui tak hanya di mimpi saja.
Ya, ya, ya, kamu dulu menghilang karena salahku pastinya.
Cuma apa yang sudah biarlah sudah, sekarang kita bisa tertawa atasnya.

Benar kata orang, bahwa bahagia itu sederhana.
Ya, sesederhana ketika aku membuka WhatsApp, lalu ada pesanmu dari pagi buta.
Aku bahagia, kenapa? Sebelum kamu pergi ke kantor, setidaknya ada aku melintas di pikiranmu saat itu juga.
Meski setiap hari selalu ada saja masalah di kantormu, atau keluhan dari aku, semoga disana kau juga bahagia.
Karena, Sayang, bahagia harusnya memenuhi kehidupan kita meski dengan segala keterbatasannya.

May 31, 2015

Sayang, Aku Sungguh Rindu.

"Pagi sayang gue yang cantik, semangat ya kerjanya. Senyum jangan lupa. (:"
"Morning Gorgeous, have a happy day. Miss you so much here." 

Selalu ada pesan itu di WhatsApp setiap gue bangun pagi, karena dia yang kerjanya berangkat lebih pagi dari gue. Dia yang jam 5 sudah harus sampai kantor, karena harus morning briefing sama karyawan. Yang kurang tidurnya gara-gara setiap malam harus telponan sama gue sampai seenggaknya jam 01.00 baru bisa tidur, dia yang setiap malam cuma dapat tidur maks 3-4 jam sebelum berangkat kerja. Iya dia, yang sayang sama gue dari beberapa tahun yang lalu.

Kita seperti pasangan normal pada umumnya, yang membedakan hanyalah jarak yang membentang. Dulu, jarak 669-679 km sudah pernah gue lewati dulu sama Nicotine, dan gue kira itu bakalan jadi jarak terjauh yang gue tempuh untuk ketemu sama orang yang gue sayang. Ternyata Tuhan yang Maha Asik punya rencana lain. Hahaha
It takes more than that now, for someone more than Nicotine. Memang sih dari kereta yang awalnya cuma 12 jam menjadi pesawat 1 jam. Cuma, biaya yang kita butuhkan untuk ketemu, waktu yang kita tempuh, apalagi yang dia tempuh, gak sebanding sama lamanya kita ketemu.

Well, we both gave the best thing that we can give. Ketika mau ketemu, kita rencanakan berbulan-bulan sebelumnya. Nabung, berhemat disana-sini demi tiket pesawat, demi bisa pegang tangan masing-masing, demi bisa peluk selama yang kita mau, demi bisa cuddling sambil ngobrolin apa-apa yang terjadi selama kita jalan sendiri-sendiri. Am I happy with that?

May 9, 2015

The Rain - Gagal Bersembunyi.





Hei apa kabarmu jauh di sana?
Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan.
Ku pikir aku berhasil melupakanmu.
Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum.

Meskipun jalan kita tak bertemu.
Tapi tetap indah bagiku, semoga juga bagimu.

Kau tahu aku merelakanmu.
Aku cuma rindu, aku cuma rindu.
Takkan mencoba tuk merebutmu.
Aku cuma rindu, itu saja.

Gagal, kali ini gagal bersembunyi.
Di balik kata-kata bijak, yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh.
Padahal, hancur lebur harapan yang terlanjur ku percaya.

Dan senyuman itu masih selalu menenangkanku.

April 29, 2015

You Are So Funny, Anonymous! (2)

Hoam, gak nyangka bakalan ada judul yang sama untuk yang kedua kalinya. Gue berasa macam artis famous loh banyak haters. Hahaha! XD
No, gue gak bangga, karena selain mereka iri sama apa yang gue punya, berarti gue ada kesalahan yang susah mereka terima atau susah mereka maafkan.

Dulu, gue diserang via Twitter, eh, sekarang via SMS sama ask.fm, dengan modus yang berbeda dengan yang sebelumnya. Flashback aja nih, dulu gue "diserang" via Twitter sama akun yang namanya menggunakan nama mantan yang jarang gue sebutkan pasca putus. Diolok-olokin sepuas-puasnya dia, gak gue balas, cuma gue baca doang biar seneng.

Lama gak dipeduliin, akhirnya dengan sendirinya menghilanglah itu akun dari dunia perTwitteran. Hampir setahun kemudian, ada sms masuk dari nomor yang gak ada di phonebook gue, twice. Komen soal gue yang gak bisa move on dari salah 1 mantan yang udah nikah. Is that true that I can't move on from him?

December 20, 2014

Surat Elektronik Untuk Kamu.

Surat elektronik untuk kamu, yang sampai detik ini aku rindu dan sungguh aku ingin bertemu.
Apa kabar? Salam hangat dan sayang selalu dari aku.
Yang diam-diam masih mencintaimu, mungkin melebihi perempuan manapun di hidupmu, kecuali ibu.
Yang doa-doanya tak pernah mengalpakan namamu.
Yang selalu ingin tahu berita terbaru tentangmu, meski tak ada lagi kamu di semua sosial mediaku.

Apa kamu masih seperti yang dulu?
Yang suka mengobrol denganku tentang apapun hingga lupa waktu.
Aku ingat selalu, segala-segala yang kau lakukan ketika kita duduk berdua. Ya, hanya kau dan aku, yang lain kita anggap tidak ada saat itu. 
Lalu, apa wangi rambutku masih jadi favoritemu?
Tidak akan lepas dari ingatanku, kamu yang suka melihatku cemberut setelah kamu mengacak-acak rambutku.

Momen favoritku masih sama dari beberapa waktu yang lalu.
Menyandarkan kepala di dadamu yang tak bidang memang, namun cukup untuk menenangkanku.
Atau menghamburkan diri di hangat pelukmu sambil sedikit menjinjitkan kakiku.
Dan tak lupa setelahnya, kau selalu mengecup lama keningku.

November 8, 2014

Kamu, Baik-Baik Ya.

Teruntuk kamu yang jauh disana.
Kamu, yang membuat rasa rinduku berlipat ganda.
Kamu, yang selalu bisa membuatku tertawa meski hanya dari kejauhan saja.
Kamu, yang paling bisa meredam amarah yang kadang meraja.
Kamu, yang paling tahu apa yang aku mau bahkan kadang sebelum aku meminta.

Yang pelukannya paling aku inginkan saat ini juga.
Dan kamu tahu? Membaui wangi tubuh dan parfummu bagiku adalah candu.
Tak bisa pula aku melewatkan barang semalam pun untuk tak mendengar suaramu.
Suara yang memang tak ada bagus-bagusnya, tapi mau apa? Aku suka.
Buatku, tentangmu tak pernah ada habis perihalnya.

Segala tentangmu buatku itu berharga.
Memang tak lebih dari nyawaku, atau pun setengahnya, aku harus tetap menggunakan logika.
Karena Sayang, jatuh cinta tak akan ada tantangannya bila menggunakan hati saja.
Kamu yang membuatku tak sabar menunggu Natal tiba.
Karena begitu Natal tiba, mungkin aku bisa memeluk dan menciummu selama yang aku mau.

October 6, 2014

Tak Pernah Kau Alpa.

Setiap hari aku jatuh cinta dengan orang yang sama.
Orang yang sampai sekarang otakku sendiri menolak untuk lupa.
Adalah dia. Bukan lagi bocah, remaja, tapi juga belum bisa disebut pria dewasa.
Meski aku tak pernah tak mencintainya, dimataku pun ia bukan sosok sempurna.
Masih ada cela disana-sininya, namun buatku itu bukan apa-apa.
Aku tahu gunanya celah itu dibiarkan tetap ada, agar aku bisa melengkapinya.

Kita memang tak lagi berdua, tapi bukan berarti kita tak boleh untuk sama-sama mencicipi bahagia.
Bahagiaku dengan bahagiamu sungguhlah berbeda.
Bahagiaku cukup ketika melihat kamu berbincang-bincang dengan temanmu disana, meski hanya lewat sosial media.
Aku tak tahu bahagiamu sekarang seperti apa, semoga aku masih menjadi alasannya.

Syukurnya, jarak yang ada tak pernah mengalpakan namamu didalam doa.
Untuk saat ini setidaknya. Untuk nanti, jangan ditanya.
Jika akulah yang memang diijinkan untuk menggenapkan ganjilmu, Tuhan pasti sudah memikirkan masak-masak semuanya.
Jika bukan, sedih pastilah ada, namun kau dan aku pastinya tahu jika Tuhan Maha Segala.

October 4, 2014

Gara-Gara Kamu, Gan!




Halo kamu yang disana, yang mencuri perhatian dengan segala gerak-geriknya.
Apa kabarmu? Kuharap kau selalu baik-baik saja.
Pun aku disini baik-baik saja, jika kau juga bertanya-tanya.
Lama kita tak bersua, terakhir kali memang aku yang menolak bertemu denganmu jika tak lupa.
Bukan aku tak lagi cinta, cuma aku tak akan pernah rela.
Melihatmu untuk terakhir kali dan kemudian menjadi bukan siapa-siapa.

Maafkan diriku yang masih belum bisa lupa.
Kepala mungkin bisa melupa dengan mudahnya, tapi hati? Sepertinya ia butuh waktu lebih lama.
Maafkan diriku bila apa yang kubuat untukmu, mulai dari tweet sampai postingan di blog mengganggu dan kau tak suka.
Abaikan saja, kau sudah ahli bukannya?
Kau yang lebih bisa, menyimpan rapat-rapat dan mengabaikan semuanya.
Entah itu hanya pura-pura, atau memang mudah sekali bagimu menghapus luka.
Namun jujur, ku harap itu hanyalah pura-pura saja. Dan masih ada aku dalam kamu, baik di hati maupun kepala.

September 21, 2014

Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (Ferre Poems)

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus disini. Mencintaimu.
Entah kenapa.

(Catatan pada suatu pagi buta di atas atap rumah tetangga)

-------------------------------------------------------------------------

Putri, kembalilah ke Puri ini.
Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi kalau aku mau membentangkannya.
Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita.
Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi mahaluas yang berjaya dalam misteri.
Jendelaku adalah carik-carik kertas --- berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti.
Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam.
Aku cuma punya beberapa piringan hitam --- laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu, dan kamu lagi.
Samudra kata terbelit musik dan diurai kenangan. Didalamnya aku bisa berenang selama ikan.
Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semua makhluk dalam kefanaannya.
Melingkarkan engkau dan aku.

------------------------------------------------------------------------

Aku kangen kamu. Kangen ketidakpercayaanmu. Pesimismemu. Namun, kau pilihanku.

------------------------------------------------------------------------

Aku mencintaimu sepenuh hati, Putri.
Tak peduli lagi tepat atau tidak. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak.
Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak.

------------------------------------------------------------------------

Dulu aku adalah pujangga. Seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungilku.
Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi. Dan, mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali.
Pikiranku bagai seribu persimpangan dalam sekotak korek api.
Karena itulah aku anomali.

------------------------------------------------------------------------

Karena ini ia dinamakan si jantung hati.
Memompa lembut seperti angin memijat langit.
Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit.
Dan, darah cinta adalah udara, dengan roh rindu yang menumpang lewat di dada.

------------------------------------------------------------------------

August 31, 2014

Ternyata Bukan.

Kukira kau adalah rumah, tempat aku bisa dengan tenang merebah.
Tempat yang bisa menerimaku ketika aku sedang menang maupun kalah.
Tempat dimana sepulang kerja, akan selalu ada peluk hangat penghilang lelah.
Tempat dimana akan aku temukan senyum pelenyap semua gundah dan resah.
Tempat berbagi segala kisah, bukan hanya desah maupun kesah.
Tempat tak akan pernah kupedulikan semua ghibah.
Tak perlulah yang megah, cukup dada bidangmu yang gagah.

Kukira kau adalah rumah, tapi, ah entahlah.
Ternyata bukan tempatku pulang, hanyalah tempat singgah, aku salah.
Jalan untuk kita pulang pun, Sayang, ternyata berbeda arah.
Apa yang kau inginkan, kejarlah. Hingga mungkin nanti kau temukan yang searah.
Ketika kita mendahului kehendak Illah, kini yang ada hanyalah sudah.
Bergembiralah dan tersenyumlah, cukup aku saja yang rasakan jengah.








#nowlistening Raisa - Apalah Arti Menunggu?
So long Sunshine, jika memang maumu jalan kita pulang tak mengenal kata berbalik arah, aku pasrah. :)
Namun jika Tuhan berbaik hati mengembalikan semuanya ketika sudah tidak ada lagi masalah, kita bisa apa? Entah.

July 17, 2014

A Thing to Think.

Sepagian ini sudah ngeblog pastinya ada sesuatu yang mengganjal dipikiran gue, ada hal bikin gue agak bengong selama sahur dan tiba-tiba dikagetkan dengan "Imsyak kurang 4 menit" padahal nasi dipiring kesentuh aja belum. Huhuhu ....
"The best part of loving someone was letting them go" kata-kata itu yang entah kenapa akhir-akhir ini muncul di otak, yang bikin mikir kenapa tiba-tiba mendadak sering muncul, nyuruh buat diposting di Twitter tapi gak pernah sempat gue tulis sampai pagi ini. Ternyata selalu ada alasan inti kenapa kata-kata itu jadi kata-kata favorite gue selama ini. :)
Mau tau alasannya? Here you go....

July 10, 2014

Halo, Kamu!

Halo, kamu! Yang saat ini sukses mengambil alih pikiran dari kerjaan dan tugas akhirku.
Halo, kamu! Yang ternyata bisa dengan mudah menggantikan dia di hatiku.
Maaf aku tak seromantis yang kamu mau, tapi inilah aku.
Akan kucintai kamu meski aku tak sering mention ke akun Twitter atau jadi friend di Facebookmu.
Akan kucintai kamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, sebisaku.
Tapi tenanglah, akan kuusahakan bahwa sebisaku tak akan pernah sama dengan sebisanya mantan-mantanmu.

Dan ya, dia hanyalah masa laluku, tak perlu kau terlalu khawatir akan hal itu.
Fokuskan pikiranmu hanya tentang kita, bukan melulu tentang dia. Ya, hanya tentang aku dan kamu.
Buatku dia bukanlah apa-apa, hanyalah penggalan cerita dihalaman buku lama yang harus ditutup begitu saja.
Tak seperti kamu, yang membuatku berani menuliskan cerita tentang kita didalam satu bab yang benar-benar baru.
Bab dimana kita sendiri yang akan ciptakan kisah-kisah untuk kita kenang nanti. Hanya aku dan kamu, tanpa sedikitpun ada tentang mantanmu atau mantanku.