Showing posts with label You. Show all posts
Showing posts with label You. Show all posts

May 10, 2016

Jangan Ribetin Hidup Mantanmu, Wahai Anak Muda.

Jadi kejadiannya sekitaran pertengahan atau bahkan akhir April gue lupa lebih tepatnya. Gue iseng buka Facebook Messenger, cuma gara-gara pengen tau laki gue foto profil Facebooknya apa karena gue sudah entah dari kapan deactive Facebook. Eh ada unapproved message, gue buka lah, gue pikir dari orang iseng yang minta gue approve friend requestnya, orang-orang yang ketipu sama foto profil gue. Wkwkwkwkwkkwkw :))

Eh ternyata bukan, messagenya dari orang yang dulu gue kenal banget, orang yang pernah gue anggap sebagai orang tua sendiri selama beberapa tahun. Isinya (unlucky, I can't upload the photo because of lack quota. Lol) gak sampe 1 paragraph, tapi ya gitu, omongannya ngaco banget buat orang yang harusnya gue hormati, orang yang sudah punya 1 cucu.

Isinya apa gitu? If you are wondering, here we go.

August 29, 2015

August.

Gue sejak 2 tahun yang lalu bener-bener musuhan sama yang namanya Agustus. Kalo bisa, Agustus dihilangkan dari nama bulan dalam tahun masehi. Jadi, habis Juli langsung September. Atau kalo gak gitu, jumlah harinya dibagi 2 ke Juli sama September.

Agustus 2013, seinget gue sih ini ya, gue jadi "jauh" sama orang yang gue sayang waktu itu gara-gara dia sibuk sama kegiatan ospeknya. Dan gue sudah ngerasa ada gelagat buruk juga bahwa dia dekat sama temen baru di Kampusnya. Kita yang awalnya memang sudah makin jauh di jarak, makin jauh di hati pula. Yang berujung gue putus sama dia setelah pacaran hampir 2 tahun apa ya.

Lalu, apa yang terjadi di Agustus tahun 2014? Nah ini yang akan jadi pokok bahasan di postingan kali ini. Bukan tentang orangnya, gue jelaskan dan bold dari awal begitu kali aja orangnya baca terus gak terima. Ini tentang attitude yang gak pantas buat ditiru, jadi ceritanya begini....

August 4, 2015

Begini Salah, Begitu Benar.




Mau sharing kayak biasanya sih ini, terinspirasi dari curhat sama seorang teman dan kalo judulnya terinspirasi dari lagunya Dewi Dewi dengan judul yang sama. Hehehe
Mungkin buat orang lain, gue sekarang ini lagi ceritain aib gue sendiri dengan bangganya. Buat orang yang nunggu gue ngelakuin kesalahan terus buat bahan ketawaan apalagi. Buat gue sih sama sekali enggak ya. Biar gak ada orang lain melakukan hal yang sama aja, ataupun kalo ada, harus lebih pintar dari gue strateginya. :p

Temanya masih sama, kayak postingan sebelumnya. Cuma kali ini gue mengalaminya gak sendirian, ada teman gue, sebut saja namanya A. Cerita kita sama, sama-sama jadi pacar kedua dari mantan kita yang mau nikah. Bedanya adalah:

June 5, 2015

Aku Sungguh Rindu Kita.

Hai, kamu yang nun jauh disana, semoga selalu dalam lindunganNya.
Jangan lupa bersyukur karena setiap harinya, kita masih bisa bersama.
Meski kita hanya bisa saling bertukar cita dan cinta lewat foto dan suara.

Sampai sekarang aku masih tak percaya.
Kamu yang dulu hilang entah kemana, bisa kembali aku temui tak hanya di mimpi saja.
Ya, ya, ya, kamu dulu menghilang karena salahku pastinya.
Cuma apa yang sudah biarlah sudah, sekarang kita bisa tertawa atasnya.

Benar kata orang, bahwa bahagia itu sederhana.
Ya, sesederhana ketika aku membuka WhatsApp, lalu ada pesanmu dari pagi buta.
Aku bahagia, kenapa? Sebelum kamu pergi ke kantor, setidaknya ada aku melintas di pikiranmu saat itu juga.
Meski setiap hari selalu ada saja masalah di kantormu, atau keluhan dari aku, semoga disana kau juga bahagia.
Karena, Sayang, bahagia harusnya memenuhi kehidupan kita meski dengan segala keterbatasannya.

May 31, 2015

Sayang, Aku Sungguh Rindu.

"Pagi sayang gue yang cantik, semangat ya kerjanya. Senyum jangan lupa. (:"
"Morning Gorgeous, have a happy day. Miss you so much here." 

Selalu ada pesan itu di WhatsApp setiap gue bangun pagi, karena dia yang kerjanya berangkat lebih pagi dari gue. Dia yang jam 5 sudah harus sampai kantor, karena harus morning briefing sama karyawan. Yang kurang tidurnya gara-gara setiap malam harus telponan sama gue sampai seenggaknya jam 01.00 baru bisa tidur, dia yang setiap malam cuma dapat tidur maks 3-4 jam sebelum berangkat kerja. Iya dia, yang sayang sama gue dari beberapa tahun yang lalu.

Kita seperti pasangan normal pada umumnya, yang membedakan hanyalah jarak yang membentang. Dulu, jarak 669-679 km sudah pernah gue lewati dulu sama Nicotine, dan gue kira itu bakalan jadi jarak terjauh yang gue tempuh untuk ketemu sama orang yang gue sayang. Ternyata Tuhan yang Maha Asik punya rencana lain. Hahaha
It takes more than that now, for someone more than Nicotine. Memang sih dari kereta yang awalnya cuma 12 jam menjadi pesawat 1 jam. Cuma, biaya yang kita butuhkan untuk ketemu, waktu yang kita tempuh, apalagi yang dia tempuh, gak sebanding sama lamanya kita ketemu.

Well, we both gave the best thing that we can give. Ketika mau ketemu, kita rencanakan berbulan-bulan sebelumnya. Nabung, berhemat disana-sini demi tiket pesawat, demi bisa pegang tangan masing-masing, demi bisa peluk selama yang kita mau, demi bisa cuddling sambil ngobrolin apa-apa yang terjadi selama kita jalan sendiri-sendiri. Am I happy with that?

May 9, 2015

The Rain - Gagal Bersembunyi.





Hei apa kabarmu jauh di sana?
Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan.
Ku pikir aku berhasil melupakanmu.
Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum.

Meskipun jalan kita tak bertemu.
Tapi tetap indah bagiku, semoga juga bagimu.

Kau tahu aku merelakanmu.
Aku cuma rindu, aku cuma rindu.
Takkan mencoba tuk merebutmu.
Aku cuma rindu, itu saja.

Gagal, kali ini gagal bersembunyi.
Di balik kata-kata bijak, yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh.
Padahal, hancur lebur harapan yang terlanjur ku percaya.

Dan senyuman itu masih selalu menenangkanku.

April 29, 2015

You Are So Funny, Anonymous! (2)

Hoam, gak nyangka bakalan ada judul yang sama untuk yang kedua kalinya. Gue berasa macam artis famous loh banyak haters. Hahaha! XD
No, gue gak bangga, karena selain mereka iri sama apa yang gue punya, berarti gue ada kesalahan yang susah mereka terima atau susah mereka maafkan.

Dulu, gue diserang via Twitter, eh, sekarang via SMS sama ask.fm, dengan modus yang berbeda dengan yang sebelumnya. Flashback aja nih, dulu gue "diserang" via Twitter sama akun yang namanya menggunakan nama mantan yang jarang gue sebutkan pasca putus. Diolok-olokin sepuas-puasnya dia, gak gue balas, cuma gue baca doang biar seneng.

Lama gak dipeduliin, akhirnya dengan sendirinya menghilanglah itu akun dari dunia perTwitteran. Hampir setahun kemudian, ada sms masuk dari nomor yang gak ada di phonebook gue, twice. Komen soal gue yang gak bisa move on dari salah 1 mantan yang udah nikah. Is that true that I can't move on from him?

December 20, 2014

Surat Elektronik Untuk Kamu.

Surat elektronik untuk kamu, yang sampai detik ini aku rindu dan sungguh aku ingin bertemu.
Apa kabar? Salam hangat dan sayang selalu dari aku.
Yang diam-diam masih mencintaimu, mungkin melebihi perempuan manapun di hidupmu, kecuali ibu.
Yang doa-doanya tak pernah mengalpakan namamu.
Yang selalu ingin tahu berita terbaru tentangmu, meski tak ada lagi kamu di semua sosial mediaku.

Apa kamu masih seperti yang dulu?
Yang suka mengobrol denganku tentang apapun hingga lupa waktu.
Aku ingat selalu, segala-segala yang kau lakukan ketika kita duduk berdua. Ya, hanya kau dan aku, yang lain kita anggap tidak ada saat itu. 
Lalu, apa wangi rambutku masih jadi favoritemu?
Tidak akan lepas dari ingatanku, kamu yang suka melihatku cemberut setelah kamu mengacak-acak rambutku.

Momen favoritku masih sama dari beberapa waktu yang lalu.
Menyandarkan kepala di dadamu yang tak bidang memang, namun cukup untuk menenangkanku.
Atau menghamburkan diri di hangat pelukmu sambil sedikit menjinjitkan kakiku.
Dan tak lupa setelahnya, kau selalu mengecup lama keningku.

November 8, 2014

Kamu, Baik-Baik Ya.

Teruntuk kamu yang jauh disana.
Kamu, yang membuat rasa rinduku berlipat ganda.
Kamu, yang selalu bisa membuatku tertawa meski hanya dari kejauhan saja.
Kamu, yang paling bisa meredam amarah yang kadang meraja.
Kamu, yang paling tahu apa yang aku mau bahkan kadang sebelum aku meminta.

Yang pelukannya paling aku inginkan saat ini juga.
Dan kamu tahu? Membaui wangi tubuh dan parfummu bagiku adalah candu.
Tak bisa pula aku melewatkan barang semalam pun untuk tak mendengar suaramu.
Suara yang memang tak ada bagus-bagusnya, tapi mau apa? Aku suka.
Buatku, tentangmu tak pernah ada habis perihalnya.

Segala tentangmu buatku itu berharga.
Memang tak lebih dari nyawaku, atau pun setengahnya, aku harus tetap menggunakan logika.
Karena Sayang, jatuh cinta tak akan ada tantangannya bila menggunakan hati saja.
Kamu yang membuatku tak sabar menunggu Natal tiba.
Karena begitu Natal tiba, mungkin aku bisa memeluk dan menciummu selama yang aku mau.

October 6, 2014

Tak Pernah Kau Alpa.

Setiap hari aku jatuh cinta dengan orang yang sama.
Orang yang sampai sekarang otakku sendiri menolak untuk lupa.
Adalah dia. Bukan lagi bocah, remaja, tapi juga belum bisa disebut pria dewasa.
Meski aku tak pernah tak mencintainya, dimataku pun ia bukan sosok sempurna.
Masih ada cela disana-sininya, namun buatku itu bukan apa-apa.
Aku tahu gunanya celah itu dibiarkan tetap ada, agar aku bisa melengkapinya.

Kita memang tak lagi berdua, tapi bukan berarti kita tak boleh untuk sama-sama mencicipi bahagia.
Bahagiaku dengan bahagiamu sungguhlah berbeda.
Bahagiaku cukup ketika melihat kamu berbincang-bincang dengan temanmu disana, meski hanya lewat sosial media.
Aku tak tahu bahagiamu sekarang seperti apa, semoga aku masih menjadi alasannya.

Syukurnya, jarak yang ada tak pernah mengalpakan namamu didalam doa.
Untuk saat ini setidaknya. Untuk nanti, jangan ditanya.
Jika akulah yang memang diijinkan untuk menggenapkan ganjilmu, Tuhan pasti sudah memikirkan masak-masak semuanya.
Jika bukan, sedih pastilah ada, namun kau dan aku pastinya tahu jika Tuhan Maha Segala.

October 4, 2014

Gara-Gara Kamu, Gan!




Halo kamu yang disana, yang mencuri perhatian dengan segala gerak-geriknya.
Apa kabarmu? Kuharap kau selalu baik-baik saja.
Pun aku disini baik-baik saja, jika kau juga bertanya-tanya.
Lama kita tak bersua, terakhir kali memang aku yang menolak bertemu denganmu jika tak lupa.
Bukan aku tak lagi cinta, cuma aku tak akan pernah rela.
Melihatmu untuk terakhir kali dan kemudian menjadi bukan siapa-siapa.

Maafkan diriku yang masih belum bisa lupa.
Kepala mungkin bisa melupa dengan mudahnya, tapi hati? Sepertinya ia butuh waktu lebih lama.
Maafkan diriku bila apa yang kubuat untukmu, mulai dari tweet sampai postingan di blog mengganggu dan kau tak suka.
Abaikan saja, kau sudah ahli bukannya?
Kau yang lebih bisa, menyimpan rapat-rapat dan mengabaikan semuanya.
Entah itu hanya pura-pura, atau memang mudah sekali bagimu menghapus luka.
Namun jujur, ku harap itu hanyalah pura-pura saja. Dan masih ada aku dalam kamu, baik di hati maupun kepala.

August 31, 2014

Ternyata Bukan.

Kukira kau adalah rumah, tempat aku bisa dengan tenang merebah.
Tempat yang bisa menerimaku ketika aku sedang menang maupun kalah.
Tempat dimana sepulang kerja, akan selalu ada peluk hangat penghilang lelah.
Tempat dimana akan aku temukan senyum pelenyap semua gundah dan resah.
Tempat berbagi segala kisah, bukan hanya desah maupun kesah.
Tempat tak akan pernah kupedulikan semua ghibah.
Tak perlulah yang megah, cukup dada bidangmu yang gagah.

Kukira kau adalah rumah, tapi, ah entahlah.
Ternyata bukan tempatku pulang, hanyalah tempat singgah, aku salah.
Jalan untuk kita pulang pun, Sayang, ternyata berbeda arah.
Apa yang kau inginkan, kejarlah. Hingga mungkin nanti kau temukan yang searah.
Ketika kita mendahului kehendak Illah, kini yang ada hanyalah sudah.
Bergembiralah dan tersenyumlah, cukup aku saja yang rasakan jengah.








#nowlistening Raisa - Apalah Arti Menunggu?
So long Sunshine, jika memang maumu jalan kita pulang tak mengenal kata berbalik arah, aku pasrah. :)
Namun jika Tuhan berbaik hati mengembalikan semuanya ketika sudah tidak ada lagi masalah, kita bisa apa? Entah.

July 10, 2014

Halo, Kamu!

Halo, kamu! Yang saat ini sukses mengambil alih pikiran dari kerjaan dan tugas akhirku.
Halo, kamu! Yang ternyata bisa dengan mudah menggantikan dia di hatiku.
Maaf aku tak seromantis yang kamu mau, tapi inilah aku.
Akan kucintai kamu meski aku tak sering mention ke akun Twitter atau jadi friend di Facebookmu.
Akan kucintai kamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, sebisaku.
Tapi tenanglah, akan kuusahakan bahwa sebisaku tak akan pernah sama dengan sebisanya mantan-mantanmu.

Dan ya, dia hanyalah masa laluku, tak perlu kau terlalu khawatir akan hal itu.
Fokuskan pikiranmu hanya tentang kita, bukan melulu tentang dia. Ya, hanya tentang aku dan kamu.
Buatku dia bukanlah apa-apa, hanyalah penggalan cerita dihalaman buku lama yang harus ditutup begitu saja.
Tak seperti kamu, yang membuatku berani menuliskan cerita tentang kita didalam satu bab yang benar-benar baru.
Bab dimana kita sendiri yang akan ciptakan kisah-kisah untuk kita kenang nanti. Hanya aku dan kamu, tanpa sedikitpun ada tentang mantanmu atau mantanku.

April 30, 2014

Cerita Dibalik Layar.

Jadi, sidang tidak semenakutkan yang dibayangkan, tadi juga gue gak begitu menguasai materi yang notabenenya Skripsi gue sendiri. Apalagi buat yang sudah menguasai? :)
Setelah ke pending selama 1 tahun gara-gara gue sudah keenakan kerja dan dapat duit sendiri, akhirnya apa yang harus gue selesaiin selesai juga. Dan semoga revisi dan kawan-kawan berjalan lancar, jadi gue bisa buruan daftar Yudisium dan segera di wisuda, amien. :D

Ada banyak cerita dibalik layar sebelum gue sidang dan pas ngerjain Skripsi tentang teaching reading ini. Gue pending Skripsi gara-gara tahun kemaren gue milih buat kerja dulu dibanding beresin Skripsi, karna satu dan lain hal. Akhirnya gue keenakan dan lupa sama Skripsi, baru ada niatan ngerjain Juni tahun kemaren. Gak gampang buat ijin ke kampus, dosen pembimbing waktu itu susah banget ditemuin, Nicotine knew how struggle it is. Mana sudah ketemu, judul ditolak karna alasan inti yang sangat amat masuk diakal. Ngatur waktu banget gimana caranya dapat judul baru dan gak ditolak, terus buruan dikerjain. Bimbingan gue minta spesial ke dosen gue karna gue kerja, untungnya Beliau mau buat bimbingan dirumah sehabis gue pulang kerja. Sampai akhirnya gue diijinin penelitian dan total Skripsi beres itu setengah tahun lebih. Gue daftar sidang juga ternyata mepet sama deadline, dan untungnya gak telat karna gue gak pernah ngampus sama sekali. Ini tadi sidang juga gue kloter terakhir buat wisuda Juni besok. Fiuh ....

Pas sebelum dan pas sidang, banyak banget kendala yang ada. Yang heels gue lepas dan gue musti balik ke rumah buat ganti sepatu, yang dosen pembimbing gue gak bisa nemenin gue sidang lah karna ada keperluan di Jakarta, yang gue gak menguasai materi, yang penguji 2 baru dapat draft pas hari H gara-gara miskomunikasi sama orang TU, dan masih banyak lagi.

Ada beberapa alasan utama gue ngebut ngerjain Skripsi; gue pengen bikin orang tua gue bangga kalo ditanya, anaknya udah lulus kuliah apa belum, mereka sudah bisa bilang sudah. Ya meski belum diwisuda sih. Hahaha bodo amat udah. Dua, gue pengen bisa buruan main game sepuasnya sepulang kerja, gak ada acara kerjain Skripsi lagi. Tiga, gue mau melampiaskan kebetean gue terhadap seseorang. Iya, yang gue sebutin dipostingan sebelumnya.

March 23, 2014

Bahagialah, Cinta.

Tuhan, lama aku tak bertemu dia. Yang entah sampai kapan akan selalu aku rindu hadirnya.
Aku rindu semuanya tentang dia, tak terkecuali apapun juga.
Aku tak tahu bagaimana kabarnya, semoga semua baik-baik saja.
Kita tak pernah lagi bertegur sapa, ia mungkin sudah lupa aku ini siapa.
Aku sebenarnya tahu, ia bukan lupa. Tapi sengaja melupa karna kesalahan yang tak akan pernah dimaafkan olehnya.

Aku tahu benar salahku apa, meninggalkanmu demi dia.
Membuat semua perjuangan yang kamu lakukan untukku sia-sia.
Membiarkanmu pergi begitu saja dengan selalu mengulang kesalahan yang sama.
Melukaimu untuk kesekian kalinya, tak menganggap kau ada.
Meremehkan kau yang selalu ada, demi dia yang baru aku kenal beberapa saat saja.

March 15, 2014

Bahagialah, Kamu.

Bahagialah kamu, meski disisimu kini tak ada lagi aku.
Bahagialah kamu, meski dengan cara berpura-pura tak pernah mengenalku.
Bahagialah kamu, meski secara sadar maupun tidak, kata-katamu menyakitiku.
Bahagialah kamu, meski dengan cara memasang foto bersama pacar barumu. Bersama dia yang kau bilang lebih dari aku.
Bersama dia yang kau bilang lebih mencintaimu dibandingkan dengan aku dulu.
Bersama dia yang kau bilang tak akan pernah menyakitimu seperti diriku.
Bersama dia yang kau bilang tak akan pernah meninggalkanmu ketika kau terpuruk seperti aku dulu.

Bahagiakah kamu? Bahagiakah kamu dengan menyakitiku?
Bahagiakah kamu? Dengan melihatku masih sendiri, tak seperti kamu?
Bahagiakah kamu? Melihatku masih saja merindukanmu, sedangkan kamu tak akan pernah acuhkan aku.
Bahagiakah kamu? Menunjukkan betapa bahagianya kamu dengan pacar barumu didepan aku?
Bahagiakah kamu? Selamanya aku tak akan pernah lupa denganmu, meski kau telah benar-benar menyakitiku.

March 11, 2014

Kotak - Pelan-Pelan Saja.




Ku tahu kamu pasti rasa, apa yang ku rasa.
Ku tahu cepat atau lambat, kamu kan mengerti.
Hati bila dipaksakan, pasti takkan baik.
Pantasnya kamu mencintai, yang juga cintai dirimu.
Cinta kamu ....

Lepaskanlah ikatanmu dengan aku, biar kamu senang.
Bila berat melupakan aku, pelan-pelan saja.

Tak ada niat menyakiti, inilah hatiku.
Pantasnya kamu mencintai, yang juga cintai dirimu.
Cinta kamu ....

Pelan-pelan saja, pelan-pelan saja.
Lepaskan aku, lepaskan aku, lepaskan aku.
Pelan-pelan saja.


*
Entah kenapa, malam ini gue pengen banget dengerin ini lagu sampe belain download dulu. Ini lagu jaman gue SMA dulu sih, cuma masih enak banget buat didengerin sampe saat ini. Gue, entah kenapa suka melakukan segala hal itu passionate.

March 3, 2014

Raisa - Pemeran Utama.


Ya, aku mengerti betapa sulit untuk kembali.
Dan mempercayai penipu ini sekali lagi.

Pemeran utama hati.
Pemicu detak jantung ini.
Baru kini kusadari.
Setelah berlayar pergi.
Itu kamu.

February 25, 2014

Bruno Mars - Talking To The Moon.




I know you're somewhere out there.
Somewhere far away.
I want you back, I want you back.

My neighbors think I'm crazy.
But they don't understand.
You're all I had, you're all I had.

At night when the stars light up my room.
I sit by myself, talking to the moon.
Trying to get to you.
In hopes you're on the other side talking to me too.
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?

I'm feeling like I'm famous.
The talk of the town.
They say I've gone mad, yeah, I've gone mad.

Afgan - Sabar.




Sabar, sabarlah cintaku.
Hanya sementara kau harus dengannya.
Kau harus bersamanya kini.

Sabar, sabarlah cintaku.
Takkan selamanya karena sebenarnya.
Kau tahu sesungguhnya aku.

Aku yang paling kau cinta.
Aku yang paling kau mau.
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu.

Aku yang pasti kau cinta.
Aku yang pasti kau mau.
Selamanya di hidupmu aku kekasihmu.