Showing posts with label Long Distance Relatioship. Show all posts
Showing posts with label Long Distance Relatioship. Show all posts

November 16, 2015

Kemaruk.

Judulnya diambil dari bahasa Jawa yang artinya rakus. Kenapa rakus? Karena pada dasarnya, semua manusia mempunyai sifat dasar ini, cuma kadarnya yang berbeda.
Nah, siapa yang kemaruk dalam postingan kali ini? Ada banyak, gue termasuk salah satunya. Hahaha :))

Salah satunya berawal dari kecerobohan gue, merambat ke segala hal. Hal yang awalnya gak perlu diributin, jadi ada yang ngeributin. But well, it's okay, pembelajaran buat gue juga. Bahwa kejujuran mahal harganya bos!
Maaf sebelumnya kalo ada salah penulisan kata disana sini, itu tandanya obat gue sudah bekerja dan gue mulai ngantuk banget. Hahaha!
Here we go.

August 29, 2015

August.

Gue sejak 2 tahun yang lalu bener-bener musuhan sama yang namanya Agustus. Kalo bisa, Agustus dihilangkan dari nama bulan dalam tahun masehi. Jadi, habis Juli langsung September. Atau kalo gak gitu, jumlah harinya dibagi 2 ke Juli sama September.

Agustus 2013, seinget gue sih ini ya, gue jadi "jauh" sama orang yang gue sayang waktu itu gara-gara dia sibuk sama kegiatan ospeknya. Dan gue sudah ngerasa ada gelagat buruk juga bahwa dia dekat sama temen baru di Kampusnya. Kita yang awalnya memang sudah makin jauh di jarak, makin jauh di hati pula. Yang berujung gue putus sama dia setelah pacaran hampir 2 tahun apa ya.

Lalu, apa yang terjadi di Agustus tahun 2014? Nah ini yang akan jadi pokok bahasan di postingan kali ini. Bukan tentang orangnya, gue jelaskan dan bold dari awal begitu kali aja orangnya baca terus gak terima. Ini tentang attitude yang gak pantas buat ditiru, jadi ceritanya begini....

July 26, 2015

Ari Lasso - Cinta Sejati.



Aku jatuh cinta padamu.
Sejak pertama kita bertemu.
Diam menghuni relung hati.
Kau tak pernah peduli.

Tuhan mengapa kau anugrahkan.
Cinta yang tak mungkin tuk bersatu.
Kau yang tlah lama kucintai.
Ada yang memiliki.

Cinta sejati.
Tak akan pernah mati.
S'lalu menghiasi ketulusan cinta ini.

Jalan hidup t'lah membuat kita.
Harus senantiasa bersama.
Lewati s'gala suka duka.
Tiada cinta bicara.

Dan kau selalu hanya diam membisu.
Meskipun kau tahu.
Betapa dalam cintaku.

Aku jatuh cinta padamu.

May 31, 2015

Sayang, Aku Sungguh Rindu.

"Pagi sayang gue yang cantik, semangat ya kerjanya. Senyum jangan lupa. (:"
"Morning Gorgeous, have a happy day. Miss you so much here." 

Selalu ada pesan itu di WhatsApp setiap gue bangun pagi, karena dia yang kerjanya berangkat lebih pagi dari gue. Dia yang jam 5 sudah harus sampai kantor, karena harus morning briefing sama karyawan. Yang kurang tidurnya gara-gara setiap malam harus telponan sama gue sampai seenggaknya jam 01.00 baru bisa tidur, dia yang setiap malam cuma dapat tidur maks 3-4 jam sebelum berangkat kerja. Iya dia, yang sayang sama gue dari beberapa tahun yang lalu.

Kita seperti pasangan normal pada umumnya, yang membedakan hanyalah jarak yang membentang. Dulu, jarak 669-679 km sudah pernah gue lewati dulu sama Nicotine, dan gue kira itu bakalan jadi jarak terjauh yang gue tempuh untuk ketemu sama orang yang gue sayang. Ternyata Tuhan yang Maha Asik punya rencana lain. Hahaha
It takes more than that now, for someone more than Nicotine. Memang sih dari kereta yang awalnya cuma 12 jam menjadi pesawat 1 jam. Cuma, biaya yang kita butuhkan untuk ketemu, waktu yang kita tempuh, apalagi yang dia tempuh, gak sebanding sama lamanya kita ketemu.

Well, we both gave the best thing that we can give. Ketika mau ketemu, kita rencanakan berbulan-bulan sebelumnya. Nabung, berhemat disana-sini demi tiket pesawat, demi bisa pegang tangan masing-masing, demi bisa peluk selama yang kita mau, demi bisa cuddling sambil ngobrolin apa-apa yang terjadi selama kita jalan sendiri-sendiri. Am I happy with that?

November 8, 2014

Kamu, Baik-Baik Ya.

Teruntuk kamu yang jauh disana.
Kamu, yang membuat rasa rinduku berlipat ganda.
Kamu, yang selalu bisa membuatku tertawa meski hanya dari kejauhan saja.
Kamu, yang paling bisa meredam amarah yang kadang meraja.
Kamu, yang paling tahu apa yang aku mau bahkan kadang sebelum aku meminta.

Yang pelukannya paling aku inginkan saat ini juga.
Dan kamu tahu? Membaui wangi tubuh dan parfummu bagiku adalah candu.
Tak bisa pula aku melewatkan barang semalam pun untuk tak mendengar suaramu.
Suara yang memang tak ada bagus-bagusnya, tapi mau apa? Aku suka.
Buatku, tentangmu tak pernah ada habis perihalnya.

Segala tentangmu buatku itu berharga.
Memang tak lebih dari nyawaku, atau pun setengahnya, aku harus tetap menggunakan logika.
Karena Sayang, jatuh cinta tak akan ada tantangannya bila menggunakan hati saja.
Kamu yang membuatku tak sabar menunggu Natal tiba.
Karena begitu Natal tiba, mungkin aku bisa memeluk dan menciummu selama yang aku mau.

February 13, 2014

Long Distance Relationship (LDR).

(image: Google)


Gue mau flashback ke 2 tahun lalu, pas gue mutusin buat jalanin Long Distance Relationship sama seseorang. Bukan buat pertama kalinya memang gue LDR, cuma ini yang pertama kali jaraknya jauh banget, lebih dari 669km, kalo ditempuh dengan kereta api eksekutif Argo Wilis atau Turangga sekitar 12 jam. Dan juga ini yang pertama kali serius banget ngejalanin LDR sampe akhirnya mutusin buat jadi TS di salah satu thread di salah satu komunitas web terbesar di Indonesia. Hahaha!

Well, it's a nice story to remember until it change into Long Distance Relationshit, but I don't give a fuck. Entah kenapa, pas gak lagi LDR-an lagi, gue malah kangen ngelakuin hal-hal yang gue lakuin pas waktu LDR. Entah kenapa ya, kangen pas waktu Skype-an sampe laptop harus di-timer karna pada pengen lihat masing-masing kayak gimana kalo lagi tidur, pas telponan sampe kuping panas banget tapi kita gak mau peduli penting ngobrol berdua, terus juga pas lagi Skype-an iseng candid screenshoot pacar sampe beberapa kali, dll.

Beberapa hal yang gue kangenin, atau mungkin juga dikangenin sama orang yang gak lagi LDR: