Kalo kalian nanya lagu apa yang sering tanpa sengaja keputar diplaylist handphone gue akhir-akhir ini, lagu ini jawabannya. Biasanya sih lagu ini gue dengerin kalo gue lagi kangen sama mantan gue, who is I can't reach anymore. Yang biasanya sih sudah punya pacar, atau bahkan sudah nikah.
Gue secara gak sengaja nemuin lagu ini di Warnet langganan gue waktu 8-9 tahun yang lalu. Bongkar-bongkar folder lagu yang disediain sama mas operator warnetnya. The only Alter Bridge's song that I know until at least last 2 years. Ini lagu galau kalo boleh gue bilang, lagu ditinggalin pastinya kalo soal mantan. Hehehe :D
Judulnya diambil dari bahasa Jawa yang artinya rakus. Kenapa rakus? Karena pada dasarnya, semua manusia mempunyai sifat dasar ini, cuma kadarnya yang berbeda.
Nah, siapa yang kemaruk dalam postingan kali ini? Ada banyak, gue termasuk salah satunya. Hahaha :))
Salah satunya berawal dari kecerobohan gue, merambat ke segala hal. Hal yang awalnya gak perlu diributin, jadi ada yang ngeributin. But well, it's okay, pembelajaran buat gue juga. Bahwa kejujuran mahal harganya bos!
Maaf sebelumnya kalo ada salah penulisan kata disana sini, itu tandanya obat gue sudah bekerja dan gue mulai ngantuk banget. Hahaha!
Aku buat untuk kamu yang sedang tidak berada dalam kota yang sama,
Bagaimana kabarmu disana? Masih mencoba berpura-pura bahagia?
Ketika dia yang kamu sayangi setengah hidup meninggalkanmu dengan laki-laki lain yang lebih punya segalanya.
Bagaimana rasanya? Setengah hidup yang kamu perjuangkan mati-matian, membalasmu dengan perlakuan yang demikian.
Jahat rasanya jika aku tertawa, namun kau pun memperlakukan aku dengan cara yang sama.
Kenapa? Tidak terima?
Kenapa harus tidak terima? Biar ku ingatkan kenapa aku bisa tertawa bahagia ketika kamu tidak lagi bisa bersamanya.
Kenapa juga aku masih bisa tersenyum padahal kamu yang aku sayangi sedang terluka.
Masih ingat beberapa waktu lalu? Ketika aku ingin berusaha membahagiakanmu, kau dengan tegas menolakku.
Dengan segala caramu, kau tak begitu hiraukan aku.
Dipikiranmu hanya ada dia, hanya ada bagaimana cara membuatnya kembali ke pelukanmu seperti dahulu kala.
Tanpa peduli, bagaimana perasaanku saat itu. Aku baik-baik saja, atau terluka.
Mau sharing kayak biasanya sih ini, terinspirasi dari curhat sama seorang teman dan kalo judulnya terinspirasi dari lagunya Dewi Dewi dengan judul yang sama. Hehehe
Mungkin buat orang lain, gue sekarang ini lagi ceritain aib gue sendiri dengan bangganya. Buat orang yang nunggu gue ngelakuin kesalahan terus buat bahan ketawaan apalagi. Buat gue sih sama sekali enggak ya. Biar gak ada orang lain melakukan hal yang sama aja, ataupun kalo ada, harus lebih pintar dari gue strateginya. :p
Temanya masih sama, kayak postingan sebelumnya. Cuma kali ini gue mengalaminya gak sendirian, ada teman gue, sebut saja namanya A. Cerita kita sama, sama-sama jadi pacar kedua dari mantan kita yang mau nikah. Bedanya adalah: