Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts

August 10, 2016

Ungu - Cinta Dalam Hati.



Mungkin ini memang jalan takdirku.
Mengagumi tanpa dicintai.
Tak mengapa bagiku, asal kau pun bahagia dalam hidupmu, dalam hidupmu.
Telah lama kupendam perasaan itu. Menunggu hatimu menyambut diriku.
Tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku.

Kuingin kau tau, diriku disini menanti dirimu.
Meski kutunggu hingga ujung waktuku, dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya.
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja, tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya.
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja.


May 10, 2016

Jangan Ribetin Hidup Mantanmu, Wahai Anak Muda.

Jadi kejadiannya sekitaran pertengahan atau bahkan akhir April gue lupa lebih tepatnya. Gue iseng buka Facebook Messenger, cuma gara-gara pengen tau laki gue foto profil Facebooknya apa karena gue sudah entah dari kapan deactive Facebook. Eh ada unapproved message, gue buka lah, gue pikir dari orang iseng yang minta gue approve friend requestnya, orang-orang yang ketipu sama foto profil gue. Wkwkwkwkwkkwkw :))

Eh ternyata bukan, messagenya dari orang yang dulu gue kenal banget, orang yang pernah gue anggap sebagai orang tua sendiri selama beberapa tahun. Isinya (unlucky, I can't upload the photo because of lack quota. Lol) gak sampe 1 paragraph, tapi ya gitu, omongannya ngaco banget buat orang yang harusnya gue hormati, orang yang sudah punya 1 cucu.

Isinya apa gitu? If you are wondering, here we go.

March 13, 2016

Tulus - Pamit.




Tubuh saling bersandar.
Ke arah mata angin berbeda.
Kau menunggu datangnya malam.
Saat kumenanti fajar.

Sudah coba berbagai cara.
Agar kita tetap bersama.
Yang tersisa dari kisah ini.
Hanya kau takut ku hilang.

Perdebatan apapun menuju kata pisah.
Jangan paksakan genggamanmu.

Izinkan aku pergi dulu.
Yang berubah hanya tak lagi kumilikmu.
Kau masih bisa melihatku.
Kau harus percaya, kutetap teman baikmu.

December 23, 2015

Ungu - Tercipta Untukku.

Menatap indahnya senyuman diwajahmu.
Membuat ku terdiam dan terpaku.
Mengerti akan hadirnya cinta terindah.
Saat kau peluk mesra tubuhku.

Banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu.

Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku.
Disetiap langkah yang meyakiniku, kau tercipta untukku.
Sepanjang hidupku.

Meski waktu akan mampu memanggil sluruh ragaku.
Ku ingin kau tau, ku slalu milikmu.
Yang mencintaimu, spanjang hidupku.


*

November 16, 2015

Kemaruk.

Judulnya diambil dari bahasa Jawa yang artinya rakus. Kenapa rakus? Karena pada dasarnya, semua manusia mempunyai sifat dasar ini, cuma kadarnya yang berbeda.
Nah, siapa yang kemaruk dalam postingan kali ini? Ada banyak, gue termasuk salah satunya. Hahaha :))

Salah satunya berawal dari kecerobohan gue, merambat ke segala hal. Hal yang awalnya gak perlu diributin, jadi ada yang ngeributin. But well, it's okay, pembelajaran buat gue juga. Bahwa kejujuran mahal harganya bos!
Maaf sebelumnya kalo ada salah penulisan kata disana sini, itu tandanya obat gue sudah bekerja dan gue mulai ngantuk banget. Hahaha!
Here we go.

October 12, 2015

Kurang 999.998 Puisi Lagi.

Hai, maaf bila kau terganggu dengan segala puisi tentangmu.
Aku cuma rindu, namun cukup sadar diri untuk tidak mengajakmu bertemu.
Baru saja aku melihat Instagrammu, lalu patah hati aku.
Tak seharusnya aku merasakan rasa iri yang teramat sangat seperti itu.

Dia punya kamu, orang yang sangat aku sayang sejak beberapa waktu lalu.
Dia bisa menyentuhmu kapanpun dia mau, dia tak perlu menunggu seperti aku.
Tak perlu menunggu lama untuk bisa bertemu denganmu.
Dia tak perlu bermimpi seperti aku, hanya demi bisa melihat langsung paras tampanmu.
Atau untuk bisa menciummu selama yang aku mau.

August 29, 2015

August.

Gue sejak 2 tahun yang lalu bener-bener musuhan sama yang namanya Agustus. Kalo bisa, Agustus dihilangkan dari nama bulan dalam tahun masehi. Jadi, habis Juli langsung September. Atau kalo gak gitu, jumlah harinya dibagi 2 ke Juli sama September.

Agustus 2013, seinget gue sih ini ya, gue jadi "jauh" sama orang yang gue sayang waktu itu gara-gara dia sibuk sama kegiatan ospeknya. Dan gue sudah ngerasa ada gelagat buruk juga bahwa dia dekat sama temen baru di Kampusnya. Kita yang awalnya memang sudah makin jauh di jarak, makin jauh di hati pula. Yang berujung gue putus sama dia setelah pacaran hampir 2 tahun apa ya.

Lalu, apa yang terjadi di Agustus tahun 2014? Nah ini yang akan jadi pokok bahasan di postingan kali ini. Bukan tentang orangnya, gue jelaskan dan bold dari awal begitu kali aja orangnya baca terus gak terima. Ini tentang attitude yang gak pantas buat ditiru, jadi ceritanya begini....

August 4, 2015

Begini Salah, Begitu Benar.




Mau sharing kayak biasanya sih ini, terinspirasi dari curhat sama seorang teman dan kalo judulnya terinspirasi dari lagunya Dewi Dewi dengan judul yang sama. Hehehe
Mungkin buat orang lain, gue sekarang ini lagi ceritain aib gue sendiri dengan bangganya. Buat orang yang nunggu gue ngelakuin kesalahan terus buat bahan ketawaan apalagi. Buat gue sih sama sekali enggak ya. Biar gak ada orang lain melakukan hal yang sama aja, ataupun kalo ada, harus lebih pintar dari gue strateginya. :p

Temanya masih sama, kayak postingan sebelumnya. Cuma kali ini gue mengalaminya gak sendirian, ada teman gue, sebut saja namanya A. Cerita kita sama, sama-sama jadi pacar kedua dari mantan kita yang mau nikah. Bedanya adalah:

June 5, 2015

Aku Sungguh Rindu Kita.

Hai, kamu yang nun jauh disana, semoga selalu dalam lindunganNya.
Jangan lupa bersyukur karena setiap harinya, kita masih bisa bersama.
Meski kita hanya bisa saling bertukar cita dan cinta lewat foto dan suara.

Sampai sekarang aku masih tak percaya.
Kamu yang dulu hilang entah kemana, bisa kembali aku temui tak hanya di mimpi saja.
Ya, ya, ya, kamu dulu menghilang karena salahku pastinya.
Cuma apa yang sudah biarlah sudah, sekarang kita bisa tertawa atasnya.

Benar kata orang, bahwa bahagia itu sederhana.
Ya, sesederhana ketika aku membuka WhatsApp, lalu ada pesanmu dari pagi buta.
Aku bahagia, kenapa? Sebelum kamu pergi ke kantor, setidaknya ada aku melintas di pikiranmu saat itu juga.
Meski setiap hari selalu ada saja masalah di kantormu, atau keluhan dari aku, semoga disana kau juga bahagia.
Karena, Sayang, bahagia harusnya memenuhi kehidupan kita meski dengan segala keterbatasannya.

May 31, 2015

Sayang, Aku Sungguh Rindu.

"Pagi sayang gue yang cantik, semangat ya kerjanya. Senyum jangan lupa. (:"
"Morning Gorgeous, have a happy day. Miss you so much here." 

Selalu ada pesan itu di WhatsApp setiap gue bangun pagi, karena dia yang kerjanya berangkat lebih pagi dari gue. Dia yang jam 5 sudah harus sampai kantor, karena harus morning briefing sama karyawan. Yang kurang tidurnya gara-gara setiap malam harus telponan sama gue sampai seenggaknya jam 01.00 baru bisa tidur, dia yang setiap malam cuma dapat tidur maks 3-4 jam sebelum berangkat kerja. Iya dia, yang sayang sama gue dari beberapa tahun yang lalu.

Kita seperti pasangan normal pada umumnya, yang membedakan hanyalah jarak yang membentang. Dulu, jarak 669-679 km sudah pernah gue lewati dulu sama Nicotine, dan gue kira itu bakalan jadi jarak terjauh yang gue tempuh untuk ketemu sama orang yang gue sayang. Ternyata Tuhan yang Maha Asik punya rencana lain. Hahaha
It takes more than that now, for someone more than Nicotine. Memang sih dari kereta yang awalnya cuma 12 jam menjadi pesawat 1 jam. Cuma, biaya yang kita butuhkan untuk ketemu, waktu yang kita tempuh, apalagi yang dia tempuh, gak sebanding sama lamanya kita ketemu.

Well, we both gave the best thing that we can give. Ketika mau ketemu, kita rencanakan berbulan-bulan sebelumnya. Nabung, berhemat disana-sini demi tiket pesawat, demi bisa pegang tangan masing-masing, demi bisa peluk selama yang kita mau, demi bisa cuddling sambil ngobrolin apa-apa yang terjadi selama kita jalan sendiri-sendiri. Am I happy with that?

April 17, 2015

Rossa - Terlalu Cinta.



Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi.
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu.
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu.
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu.

Mengapa semua ini terjadi kepadaku?.

Tuhan maafkan diri ini.
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya.
Namun apalah daya ini.
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia....


*

March 31, 2015

Ungu - Kekasih Gelapku.


Ku mencintaimu, lebih dari apapun.
Meskipun tiada satu orang pun yang tahu.
Ku mencintaimu, sedalam-dalam hatiku.
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku.

Ku tahu ku takkan selalu ada untukmu.
Disaat engkau merindukan diriku.
Ku tahu ku takkan bisa memberikanmu waktu.
Yang panjang dalam hidupku.

Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku.
Yang ku cari selama ini dalam hidupku.
Dan hanya padamu ku berikan sisa cintaku.
Yang panjang dalam hidupku.

March 16, 2015

Friend or Foe?

Gue bingung kasih judul apa, terus keingat sama judul lagunya t.A.T.u yang ini, Friend or Foe. Ceritanya nanti gak ada hubungannya sama sekali sama lagu itu, bahkan gue baru tahu liriknya siang ini, ya pas gue ngetik ini. Wkwkwkwk

Another story of my love life, ini ceritanya semua tentang 2 orang cowok yang suka sama cewek yang sama. Gue udah lebih dari 3x ngalamin kejadian macam begini. Dimulai dari jaman gue SMA dulu, sampe gue kerja sekarang. Cuma apa bedanya sama cerita yang mendasari gue buat ngepost di blog? Coba baca sampe selesai, mungkin ada yang bisa kalian ambil pelajaran. Soalnya gak bisa kalian ambil duitnya. #Apeu

Gue jaman SMA dulu sering banget deket sama 2 cowok, yang berujung dua-duanya gue pacarin semua rata-rata. Playgirl? You named it. LOL
Sebut saja A dan B yang temenan dari mereka SD-sekarang, gue awalnya kenal sama si A, jadian bentar terus putus. Nah kalo mereka ini, gue gak ngerencanain buat macarin dua-duanya sama sekali. Eh, semua gitu kalo gak salah sih. Gak lama putus dari A, gue dichat sama si B, gue nyaman, gue diajakin pacaran meskipun gak lama. Wkwkwkw :))

Ada juga kejadian serupa, antara C dan D yang temenan dan tetanggaan dari jaman SD-sekarang juga. Si C ini suka tipikal cewek yang girly, sedangkan gue jaman SMA preman banget. Dia selingkuh sama teman sebangku gue jaman kelas 1 SMA. Pasca putus, gue deketin dan jadian sama si D. Jahat? Enggak juga sih, kita impas lah hitungannya. Hahaha XD

Lalu, jaman gue SMA akhir/kuliah awal gue lupa, ada kejadiannya Heroin-Cocaine. Yang belum tahu, coba klik labels EX atau Mantan, semoga nemuin ceritanya ya. Hehehe :D
Everything's is good from that time, until nowadays. Mereka masih sahabatan sampe sekarang tanpa peduli soal status gue. Kalo dari apa yang gue tanyain ke Cocaine sih. Hehehe :p

Nah kalo jaman 1-2 tahun yang lalu, ada kejadian Nyo sama Sunshine. Yang ini, gue pas jadi pacarnya Nyo, gue cuma ngestalk Shine doang, tapi pake kagum sih. Hihihi :3
Baru jadian setelah gue putus sama Nyo ada kali setengah tahunan gitu, dan end upnya sama kayak yang lain, gak lama. Wkwkwk

Nah ini yang seru, buat gue sih, gak peduli buat kalian. Hahaha! Kejadiannya hampir 1 tahun ini, pelakunya ada 2 orang cowok. Sebut saja E dan F, teman yang saling kenal dan satu kosan sudah lama banget. Lalu apa yang bikin cerita mereka beda dari yang lain? Let see.

February 23, 2015

Lesson Learned.

Banyak hal yang terjadi dalam hidup gue selama gue gak ngeblog. Nah, beberapa mau gue share dalam 1 postingan. Bisa dijadiin bahan pelajaran buat yang lain, atau malah bisa buat bahan ketawaan. It depends on you. :)

Gue pernah baca tweet tentang "It's not about the time, it's about priority." Itu adalah kebenaran yang mutlak buat gue, kenapa? Karena gue pernah mengalami kejadian beberapa kali soal menjadi prioritas atau tidak didalam hidup seseorang. Kejadian pertama, kedua, dan ketiga berhubungan sama orang-orang yang mengenal gue lebih dari 5 tahun. Kejadian keempat berhubungan dengan orang yang barusan gue kenal.

Gue dulu pernah jahat dan posesif banget sama cowok gue, gue suruh dia milih antara gue atau teman-temannya. Dan sekarang keadaan berbalik, ketika teman-teman gue lebih sibuk sama orang yang mereka sayang, dan sudah jarang atau malah gak pernah kontakan sama gue. Karma strikes again, true, I admited that. Kejadian 1-3 ceritanya gue ceritain singkat-singkat aja ya? Gue ada teman yang memang barusan punya pacar setelah ribuan tahun lamanya jomblo. Lo tau sendiri kan gimana love birds? Kemana-mana berdua, ngapain aja berdua. Gue biasa mah bisa ngopi kapan aja sama dia, sekarang kepentok "Sorry ya, gue udah ada janji jalan sama cewek gue, kapan-kapan aja ya?" yang sampe sekarang gak terwujud buat sekedar ngopi bareng.

Yang kedua, ini mau gue pas lagi sekota sama dia, atau bahkan enggak, gimanapun ceritanya gak akan bisa ketemu. Dia ada kemungkinan baca cerita ini, dan dia sendirinya tahu betapa betenya gue dan betapa sering gue bahas tentang ini di Social Media manapun. It's the matter of priority, benar-benar kerasa banget didalam kasus ini. Akhirnya sampe gue sendiri pun ogah buat ngajakin ketemuan lagi, mau sampe mati gak ketemu juga gue udah rela. Lo tau setiap orang punya batasannya sendiri kan? :)

December 20, 2014

Surat Elektronik Untuk Kamu.

Surat elektronik untuk kamu, yang sampai detik ini aku rindu dan sungguh aku ingin bertemu.
Apa kabar? Salam hangat dan sayang selalu dari aku.
Yang diam-diam masih mencintaimu, mungkin melebihi perempuan manapun di hidupmu, kecuali ibu.
Yang doa-doanya tak pernah mengalpakan namamu.
Yang selalu ingin tahu berita terbaru tentangmu, meski tak ada lagi kamu di semua sosial mediaku.

Apa kamu masih seperti yang dulu?
Yang suka mengobrol denganku tentang apapun hingga lupa waktu.
Aku ingat selalu, segala-segala yang kau lakukan ketika kita duduk berdua. Ya, hanya kau dan aku, yang lain kita anggap tidak ada saat itu. 
Lalu, apa wangi rambutku masih jadi favoritemu?
Tidak akan lepas dari ingatanku, kamu yang suka melihatku cemberut setelah kamu mengacak-acak rambutku.

Momen favoritku masih sama dari beberapa waktu yang lalu.
Menyandarkan kepala di dadamu yang tak bidang memang, namun cukup untuk menenangkanku.
Atau menghamburkan diri di hangat pelukmu sambil sedikit menjinjitkan kakiku.
Dan tak lupa setelahnya, kau selalu mengecup lama keningku.

December 4, 2014

Dibalik Lagu: Afgan - Sabar.

Lama gak ngeposting di blog ternyata, ini mau share cerita gak penting ah. Ya meski gue sadar, manalah ada postingan gue yang penting. Hahaha! :))

Gue mau share tentang cerita salah satu kisah sedih dan mengharukan perjalanan cinta gue, tssssah. Ceritanya jauh sebelum lagu Afgan - Sabar terkenal di kalangan anak muda kayak sekarang. Oh iya, ini cerita dibalik kenapa gue suka banget sama lagunya Afgan yang Sabar. Dan juga bisa jadi indikasi kalo gue kadang susah banget buat move on.

Terinspirasi dari bionya Gadang di Twitter juga sih, makanya langsung aja sekalian diposting apa yang ada di otak. Makasih atas inspirasinya Dang, biomu sungguh mengharukan. LOL

Ini salah satu cowok terbaik yang pernah gue miliki selama gue hidup, pacar pertama gue yang serius banget menjalin hubungan, dan dia cowok pertama yang bikin gue ngerasain gimana pacaran sampai hampir 3 tahun. Yang bikin gue pertama kali punya keluarga baru yang menerima gue apa adanya, tanpa menuntut ini itu, yang bisa banget gue anggap kayak keluarga gue sendiri.

Cowok yang bikin gue susah lupa, dan mungkin gak akan lupa dari jaman SMA kelas 1 sampe detik ini juga. Dia ganteng, buat gue, dan buat beberapa cewek saingan gue, of course! :))
Tinggi, lucu, modis, putih, ya tipe gue mah kebanyakan kayak gitu sih standardnya. Baik? Dia baik kok, meski 3 tahun pacaran, 3x juga ketahuan selingkuh. :))

Nah, gimana sih ceritanya gue bisa seneng banget dengerin Afgan - Sabar dan apa hubungannya sama cowok itu? Here we go!

November 8, 2014

Kamu, Baik-Baik Ya.

Teruntuk kamu yang jauh disana.
Kamu, yang membuat rasa rinduku berlipat ganda.
Kamu, yang selalu bisa membuatku tertawa meski hanya dari kejauhan saja.
Kamu, yang paling bisa meredam amarah yang kadang meraja.
Kamu, yang paling tahu apa yang aku mau bahkan kadang sebelum aku meminta.

Yang pelukannya paling aku inginkan saat ini juga.
Dan kamu tahu? Membaui wangi tubuh dan parfummu bagiku adalah candu.
Tak bisa pula aku melewatkan barang semalam pun untuk tak mendengar suaramu.
Suara yang memang tak ada bagus-bagusnya, tapi mau apa? Aku suka.
Buatku, tentangmu tak pernah ada habis perihalnya.

Segala tentangmu buatku itu berharga.
Memang tak lebih dari nyawaku, atau pun setengahnya, aku harus tetap menggunakan logika.
Karena Sayang, jatuh cinta tak akan ada tantangannya bila menggunakan hati saja.
Kamu yang membuatku tak sabar menunggu Natal tiba.
Karena begitu Natal tiba, mungkin aku bisa memeluk dan menciummu selama yang aku mau.

October 26, 2014

My Culinary Journey. (1)

Gue bingung mau kasih judul apa tiap ada postingan tentang tempat makan yang gue datangi, akhirnya gue pilih begitu aja daripada ribet. Hahaha! Baiklah, gue dulu, dulu banget kalo gak salah, janji bakalan posting soal tempat makan yang menurut gue patut buat direkomendasikan. Cuma, rasa malas mengalahkan segalanya seperti biasa. :))

Janji adalah janji bukan? Meskipun telat, gue tepatin satu per satu deh. Nah ini mau ngepost tentang salah satu langganan gue dari kecil, bahkan dari sewaktu bapak gue masih kecil dulu. Warung ini namanya warung nasi Wak Nganten. Gak ada plakat resmi ataupun spanduk yang menunjukkan tentang nama sih. Cuma dari gue kecil, gue tahunya namanya begitu dari emak gue, yang notabenenya adalah nenek gue dari pihak bapak.

Warung ini terletak di Jalan Raya Simo, atau lebih tepatnya sebelum masuk ke dalam Pasar Simo dari arah Tanjung Sari atau Simo Jawar, Surabaya Barat. Gue bisa dibilang reviewer yang gagal, karena gue gak bisa menggambarkan tepatnya bagaimana jalan menuju lokasi. Yang gue tahu, warungnya warna hijau, berpagar, dan warung terakhir sebelum masuk ke Pasar Simo bagian dalam. Dengan kata lain, warung ini terletak dipinggir jalan.

Awas jangan keliru, ada 2 warung sebelum masuk ke Pasar Simo bagian dalam. Nah warung yang gue maksud yang warna hijau dan warung terakhir. Warung yang sebelumnya kurang begitu enak masakannya, for my taste. Meskipun didaerah Pasar Simo, jujur, warung ini termasuk bersih dan terawat. Bebas dari bau gak enak pasar yang biasanya bisa dicium kalo kita makan didaerah pasar. Gue makan disana pun nyaman, tanpa pernah komplain tentang kebersihan. Apa aja menunya?

October 23, 2014

Seputar Dunia Kerja. (2)

Gue pengen ngepost ini sebenarnya sudah lama, cuma kehalang sama males, males, dan males. Nah ini mumpung lagi bosen banget di kantor, jadilah gue posting sekarang. Ini terinspirasi dari obrolan gue sama sodara gue, dan juga teman gue di Path. Sesuai judul, ini masih sama tentang dunia kerja. Jadi gue sama sodara ngobrol tentang pekerjaan, kita sama-sama baru lulus tahun ini. Dia angkatan 2008, dan gue 2009.

Iya, gue sama dia sama-sama telat lulusnya, puas lo? Gue telat gara-gara keasyikan kerja, dia karena sibuk jadi asisten dosen di Universitasnya. Jadi setelah lulus, pasti tujuan utama kan cari pekerjaan biar bisa menghidupi diri sendiri, dan gak membebani ke orang tua lagi. Gue, bukan membanggakan diri gue sendiri, saking bingungnya nganggur, sebulan melamar ke sekitar 50 perusahaan lebih. Hahaha!

Nah sodara gue? Sepertinya lebih santai daripada gue. Sampai Mbak Nita, sepupu yang paling dekat sama gue, nyeletuk kalo gue mending menikmati masa-masa nganggur kayak sodara gue. Dengan pengalaman kerja yang 0 bulan, selain jadi asisten dosen nih ya, dia tipikal pemilih banget yang berakibat sampai sekarang dia belum dapat panggilan kerja sama sekali. Begitu juga dengan teman gue, dengan pengalaman kerja yang 0 bulan, pas gue tawarin kerjaan, ditolak mentah-mentah karena gak sesuai sama jurusan dia.

Dibawah ini ada tips dari noob tentang bagaimana agar cepat mendapatkan kerja dan gaji yang sesuai kebutuhan kita, atau setidaknya tidak jauh dari target:

October 14, 2014

Unforgetable Adventure. (4)

Perjalanan gue kali ini bukan perjalanan biasa, perjalanan ke kota sebelah yang bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 60 menit lewat jalan tol. Diawali dengan gue harus bangun pagi, dan mau gak mau harus langsung mandi. Tujuan gue yang bikin kali ini jadi perjalanan yang berbeda. Mau kemana gue? Baca terus sampai habis, karena mungkin baru kali ini gue posting dengan bahasan yang agak berat.

Kenapa gue bilang agak berat? Mungkin banyak pelajaran hidup yang bisa kalian ambil dalam perjalanan gue kali ini. Yang membuat lo lebih bersyukur menjalani hidup, yang mungkin bakalan membuat lo berpikir bahwa apa yang lo alami sekarang bukanlah apa-apa dibanding dengan orang-orang yang ada di tempat yang mau gue kunjungi ini. Dan juga mungkin membuat lo berpikir lebih dari sekali ketika lo mau melakukan suatu kesalahan.

Mau kemana sih? Daritadi kok gak kasih tau mau kemananya??
Mau tahu gue kemana dan ngapain aja? Jangan bawel dan jadilah pembaca yang baik! :)