Showing posts with label Miss. Show all posts
Showing posts with label Miss. Show all posts

October 12, 2015

Kurang 999.998 Puisi Lagi.

Hai, maaf bila kau terganggu dengan segala puisi tentangmu.
Aku cuma rindu, namun cukup sadar diri untuk tidak mengajakmu bertemu.
Baru saja aku melihat Instagrammu, lalu patah hati aku.
Tak seharusnya aku merasakan rasa iri yang teramat sangat seperti itu.

Dia punya kamu, orang yang sangat aku sayang sejak beberapa waktu lalu.
Dia bisa menyentuhmu kapanpun dia mau, dia tak perlu menunggu seperti aku.
Tak perlu menunggu lama untuk bisa bertemu denganmu.
Dia tak perlu bermimpi seperti aku, hanya demi bisa melihat langsung paras tampanmu.
Atau untuk bisa menciummu selama yang aku mau.

July 26, 2015

Ari Lasso - Cinta Sejati.



Aku jatuh cinta padamu.
Sejak pertama kita bertemu.
Diam menghuni relung hati.
Kau tak pernah peduli.

Tuhan mengapa kau anugrahkan.
Cinta yang tak mungkin tuk bersatu.
Kau yang tlah lama kucintai.
Ada yang memiliki.

Cinta sejati.
Tak akan pernah mati.
S'lalu menghiasi ketulusan cinta ini.

Jalan hidup t'lah membuat kita.
Harus senantiasa bersama.
Lewati s'gala suka duka.
Tiada cinta bicara.

Dan kau selalu hanya diam membisu.
Meskipun kau tahu.
Betapa dalam cintaku.

Aku jatuh cinta padamu.

June 5, 2015

Aku Sungguh Rindu Kita.

Hai, kamu yang nun jauh disana, semoga selalu dalam lindunganNya.
Jangan lupa bersyukur karena setiap harinya, kita masih bisa bersama.
Meski kita hanya bisa saling bertukar cita dan cinta lewat foto dan suara.

Sampai sekarang aku masih tak percaya.
Kamu yang dulu hilang entah kemana, bisa kembali aku temui tak hanya di mimpi saja.
Ya, ya, ya, kamu dulu menghilang karena salahku pastinya.
Cuma apa yang sudah biarlah sudah, sekarang kita bisa tertawa atasnya.

Benar kata orang, bahwa bahagia itu sederhana.
Ya, sesederhana ketika aku membuka WhatsApp, lalu ada pesanmu dari pagi buta.
Aku bahagia, kenapa? Sebelum kamu pergi ke kantor, setidaknya ada aku melintas di pikiranmu saat itu juga.
Meski setiap hari selalu ada saja masalah di kantormu, atau keluhan dari aku, semoga disana kau juga bahagia.
Karena, Sayang, bahagia harusnya memenuhi kehidupan kita meski dengan segala keterbatasannya.

May 31, 2015

Sayang, Aku Sungguh Rindu.

"Pagi sayang gue yang cantik, semangat ya kerjanya. Senyum jangan lupa. (:"
"Morning Gorgeous, have a happy day. Miss you so much here." 

Selalu ada pesan itu di WhatsApp setiap gue bangun pagi, karena dia yang kerjanya berangkat lebih pagi dari gue. Dia yang jam 5 sudah harus sampai kantor, karena harus morning briefing sama karyawan. Yang kurang tidurnya gara-gara setiap malam harus telponan sama gue sampai seenggaknya jam 01.00 baru bisa tidur, dia yang setiap malam cuma dapat tidur maks 3-4 jam sebelum berangkat kerja. Iya dia, yang sayang sama gue dari beberapa tahun yang lalu.

Kita seperti pasangan normal pada umumnya, yang membedakan hanyalah jarak yang membentang. Dulu, jarak 669-679 km sudah pernah gue lewati dulu sama Nicotine, dan gue kira itu bakalan jadi jarak terjauh yang gue tempuh untuk ketemu sama orang yang gue sayang. Ternyata Tuhan yang Maha Asik punya rencana lain. Hahaha
It takes more than that now, for someone more than Nicotine. Memang sih dari kereta yang awalnya cuma 12 jam menjadi pesawat 1 jam. Cuma, biaya yang kita butuhkan untuk ketemu, waktu yang kita tempuh, apalagi yang dia tempuh, gak sebanding sama lamanya kita ketemu.

Well, we both gave the best thing that we can give. Ketika mau ketemu, kita rencanakan berbulan-bulan sebelumnya. Nabung, berhemat disana-sini demi tiket pesawat, demi bisa pegang tangan masing-masing, demi bisa peluk selama yang kita mau, demi bisa cuddling sambil ngobrolin apa-apa yang terjadi selama kita jalan sendiri-sendiri. Am I happy with that?

December 20, 2014

Surat Elektronik Untuk Kamu.

Surat elektronik untuk kamu, yang sampai detik ini aku rindu dan sungguh aku ingin bertemu.
Apa kabar? Salam hangat dan sayang selalu dari aku.
Yang diam-diam masih mencintaimu, mungkin melebihi perempuan manapun di hidupmu, kecuali ibu.
Yang doa-doanya tak pernah mengalpakan namamu.
Yang selalu ingin tahu berita terbaru tentangmu, meski tak ada lagi kamu di semua sosial mediaku.

Apa kamu masih seperti yang dulu?
Yang suka mengobrol denganku tentang apapun hingga lupa waktu.
Aku ingat selalu, segala-segala yang kau lakukan ketika kita duduk berdua. Ya, hanya kau dan aku, yang lain kita anggap tidak ada saat itu. 
Lalu, apa wangi rambutku masih jadi favoritemu?
Tidak akan lepas dari ingatanku, kamu yang suka melihatku cemberut setelah kamu mengacak-acak rambutku.

Momen favoritku masih sama dari beberapa waktu yang lalu.
Menyandarkan kepala di dadamu yang tak bidang memang, namun cukup untuk menenangkanku.
Atau menghamburkan diri di hangat pelukmu sambil sedikit menjinjitkan kakiku.
Dan tak lupa setelahnya, kau selalu mengecup lama keningku.

November 8, 2014

Kamu, Baik-Baik Ya.

Teruntuk kamu yang jauh disana.
Kamu, yang membuat rasa rinduku berlipat ganda.
Kamu, yang selalu bisa membuatku tertawa meski hanya dari kejauhan saja.
Kamu, yang paling bisa meredam amarah yang kadang meraja.
Kamu, yang paling tahu apa yang aku mau bahkan kadang sebelum aku meminta.

Yang pelukannya paling aku inginkan saat ini juga.
Dan kamu tahu? Membaui wangi tubuh dan parfummu bagiku adalah candu.
Tak bisa pula aku melewatkan barang semalam pun untuk tak mendengar suaramu.
Suara yang memang tak ada bagus-bagusnya, tapi mau apa? Aku suka.
Buatku, tentangmu tak pernah ada habis perihalnya.

Segala tentangmu buatku itu berharga.
Memang tak lebih dari nyawaku, atau pun setengahnya, aku harus tetap menggunakan logika.
Karena Sayang, jatuh cinta tak akan ada tantangannya bila menggunakan hati saja.
Kamu yang membuatku tak sabar menunggu Natal tiba.
Karena begitu Natal tiba, mungkin aku bisa memeluk dan menciummu selama yang aku mau.

October 6, 2014

Tak Pernah Kau Alpa.

Setiap hari aku jatuh cinta dengan orang yang sama.
Orang yang sampai sekarang otakku sendiri menolak untuk lupa.
Adalah dia. Bukan lagi bocah, remaja, tapi juga belum bisa disebut pria dewasa.
Meski aku tak pernah tak mencintainya, dimataku pun ia bukan sosok sempurna.
Masih ada cela disana-sininya, namun buatku itu bukan apa-apa.
Aku tahu gunanya celah itu dibiarkan tetap ada, agar aku bisa melengkapinya.

Kita memang tak lagi berdua, tapi bukan berarti kita tak boleh untuk sama-sama mencicipi bahagia.
Bahagiaku dengan bahagiamu sungguhlah berbeda.
Bahagiaku cukup ketika melihat kamu berbincang-bincang dengan temanmu disana, meski hanya lewat sosial media.
Aku tak tahu bahagiamu sekarang seperti apa, semoga aku masih menjadi alasannya.

Syukurnya, jarak yang ada tak pernah mengalpakan namamu didalam doa.
Untuk saat ini setidaknya. Untuk nanti, jangan ditanya.
Jika akulah yang memang diijinkan untuk menggenapkan ganjilmu, Tuhan pasti sudah memikirkan masak-masak semuanya.
Jika bukan, sedih pastilah ada, namun kau dan aku pastinya tahu jika Tuhan Maha Segala.

October 4, 2014

Gara-Gara Kamu, Gan!




Halo kamu yang disana, yang mencuri perhatian dengan segala gerak-geriknya.
Apa kabarmu? Kuharap kau selalu baik-baik saja.
Pun aku disini baik-baik saja, jika kau juga bertanya-tanya.
Lama kita tak bersua, terakhir kali memang aku yang menolak bertemu denganmu jika tak lupa.
Bukan aku tak lagi cinta, cuma aku tak akan pernah rela.
Melihatmu untuk terakhir kali dan kemudian menjadi bukan siapa-siapa.

Maafkan diriku yang masih belum bisa lupa.
Kepala mungkin bisa melupa dengan mudahnya, tapi hati? Sepertinya ia butuh waktu lebih lama.
Maafkan diriku bila apa yang kubuat untukmu, mulai dari tweet sampai postingan di blog mengganggu dan kau tak suka.
Abaikan saja, kau sudah ahli bukannya?
Kau yang lebih bisa, menyimpan rapat-rapat dan mengabaikan semuanya.
Entah itu hanya pura-pura, atau memang mudah sekali bagimu menghapus luka.
Namun jujur, ku harap itu hanyalah pura-pura saja. Dan masih ada aku dalam kamu, baik di hati maupun kepala.

March 23, 2014

Bahagialah, Cinta.

Tuhan, lama aku tak bertemu dia. Yang entah sampai kapan akan selalu aku rindu hadirnya.
Aku rindu semuanya tentang dia, tak terkecuali apapun juga.
Aku tak tahu bagaimana kabarnya, semoga semua baik-baik saja.
Kita tak pernah lagi bertegur sapa, ia mungkin sudah lupa aku ini siapa.
Aku sebenarnya tahu, ia bukan lupa. Tapi sengaja melupa karna kesalahan yang tak akan pernah dimaafkan olehnya.

Aku tahu benar salahku apa, meninggalkanmu demi dia.
Membuat semua perjuangan yang kamu lakukan untukku sia-sia.
Membiarkanmu pergi begitu saja dengan selalu mengulang kesalahan yang sama.
Melukaimu untuk kesekian kalinya, tak menganggap kau ada.
Meremehkan kau yang selalu ada, demi dia yang baru aku kenal beberapa saat saja.

March 11, 2014

Kotak - Pelan-Pelan Saja.




Ku tahu kamu pasti rasa, apa yang ku rasa.
Ku tahu cepat atau lambat, kamu kan mengerti.
Hati bila dipaksakan, pasti takkan baik.
Pantasnya kamu mencintai, yang juga cintai dirimu.
Cinta kamu ....

Lepaskanlah ikatanmu dengan aku, biar kamu senang.
Bila berat melupakan aku, pelan-pelan saja.

Tak ada niat menyakiti, inilah hatiku.
Pantasnya kamu mencintai, yang juga cintai dirimu.
Cinta kamu ....

Pelan-pelan saja, pelan-pelan saja.
Lepaskan aku, lepaskan aku, lepaskan aku.
Pelan-pelan saja.


*
Entah kenapa, malam ini gue pengen banget dengerin ini lagu sampe belain download dulu. Ini lagu jaman gue SMA dulu sih, cuma masih enak banget buat didengerin sampe saat ini. Gue, entah kenapa suka melakukan segala hal itu passionate.

March 3, 2014

Raisa - Pemeran Utama.


Ya, aku mengerti betapa sulit untuk kembali.
Dan mempercayai penipu ini sekali lagi.

Pemeran utama hati.
Pemicu detak jantung ini.
Baru kini kusadari.
Setelah berlayar pergi.
Itu kamu.

February 25, 2014

Bruno Mars - Talking To The Moon.




I know you're somewhere out there.
Somewhere far away.
I want you back, I want you back.

My neighbors think I'm crazy.
But they don't understand.
You're all I had, you're all I had.

At night when the stars light up my room.
I sit by myself, talking to the moon.
Trying to get to you.
In hopes you're on the other side talking to me too.
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?

I'm feeling like I'm famous.
The talk of the town.
They say I've gone mad, yeah, I've gone mad.

Afgan - Sabar.




Sabar, sabarlah cintaku.
Hanya sementara kau harus dengannya.
Kau harus bersamanya kini.

Sabar, sabarlah cintaku.
Takkan selamanya karena sebenarnya.
Kau tahu sesungguhnya aku.

Aku yang paling kau cinta.
Aku yang paling kau mau.
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu.

Aku yang pasti kau cinta.
Aku yang pasti kau mau.
Selamanya di hidupmu aku kekasihmu.

February 13, 2014

Long Distance Relationship (LDR).

(image: Google)


Gue mau flashback ke 2 tahun lalu, pas gue mutusin buat jalanin Long Distance Relationship sama seseorang. Bukan buat pertama kalinya memang gue LDR, cuma ini yang pertama kali jaraknya jauh banget, lebih dari 669km, kalo ditempuh dengan kereta api eksekutif Argo Wilis atau Turangga sekitar 12 jam. Dan juga ini yang pertama kali serius banget ngejalanin LDR sampe akhirnya mutusin buat jadi TS di salah satu thread di salah satu komunitas web terbesar di Indonesia. Hahaha!

Well, it's a nice story to remember until it change into Long Distance Relationshit, but I don't give a fuck. Entah kenapa, pas gak lagi LDR-an lagi, gue malah kangen ngelakuin hal-hal yang gue lakuin pas waktu LDR. Entah kenapa ya, kangen pas waktu Skype-an sampe laptop harus di-timer karna pada pengen lihat masing-masing kayak gimana kalo lagi tidur, pas telponan sampe kuping panas banget tapi kita gak mau peduli penting ngobrol berdua, terus juga pas lagi Skype-an iseng candid screenshoot pacar sampe beberapa kali, dll.

Beberapa hal yang gue kangenin, atau mungkin juga dikangenin sama orang yang gak lagi LDR:

February 6, 2014

Daniel Bedingfield - If You're Not The One.



If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?

I'll never know what the future brings. 
But I know you're here with me now.
We’ll make it through, and I hope you are the one I share my life with.

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand.
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?

February 3, 2014

Melulu Kamu ....

Hai, selamat malam dan bagaimana kabarmu?
Aku harap selalu baik-baik saja selama kita tak pernah bertemu.
Aku sangat merindukanmu, walau mungkin disana kamu menganggapku tak pernah ada di hidupmu.
Karena aku rindu dan tak bisa bertemu, makanya aku buatkan postingan baru.
Khusus buat kamu, seperti yang dulu-dulu.
Semoga kamu tak pernah bosan akan semua karya yang aku buat untukmu.

Aku rindu semua tentangmu, apalagi tentang kita dulu.
Aku rindu berbincang santai, entah di kedai kopi favorit kita atau bahkan cuma di rumahmu.
Aku rindu memainkan rambut hitam yang ikal dan lebat itu.
Aku rindu kita berbagi cerita di telepon setelah seharian kita sibuk sendiri menghabiskan waktu.

A Rocket To The Moon - Like We Used To.



I can feel her breath as she's sleepin' next to me,
Sharing pillows and cold feet.
She can feel my heart, fell asleep to it's beat,
Under blankets and warm sheets.

If only I could be in that bed again.
If only it were me instead of him.

Does he watch your favorite movies?
Does he hold you when you cry?
Does he let you tell him all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does he sing to all your music while you dance to "Purple Rain"?
Does he do all these things, like I used to?

Fourteen months and seven days ago...
Oh, I know you know,