Hai, maaf bila kau terganggu dengan segala puisi tentangmu.
Aku cuma rindu, namun cukup sadar diri untuk tidak mengajakmu bertemu.
Baru saja aku melihat Instagrammu, lalu patah hati aku.
Tak seharusnya aku merasakan rasa iri yang teramat sangat seperti itu.
Dia punya kamu, orang yang sangat aku sayang sejak beberapa waktu lalu.
Dia bisa menyentuhmu kapanpun dia mau, dia tak perlu menunggu seperti aku.
Tak perlu menunggu lama untuk bisa bertemu denganmu.
Dia tak perlu bermimpi seperti aku, hanya demi bisa melihat langsung paras tampanmu.
Atau untuk bisa menciummu selama yang aku mau.