Showing posts with label Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ibu. Show all posts

May 25, 2014

Problems oh Problems ....

(image: Google.com)


Athena: Kamu kenapa main sama BOT terus?
Gue: Latihan, biar bisa cobain banyak Hero. Hehehe ini lagi cobain Huskar, mayan.
Athena: Huskar mah emang enak buat noob.
Gue: Iya mayan, coba aja dilihat di Twitter aku. Hahaha
Athena: Bentar *liat Twitter*. Ah sayang cuma lawan BOT. :p
Gue: Ntar lah main sama human kalo udah enak combine skill sama kecepatan jarinya. Hehehe :D
Athena: Kapan ikut The International 2014? :))
Gue: Kapan-kapan udah, ikut yang DotA 2 SEA Female Championship aja dulu. :))
Athena: Amien. :))
Gue: Gimana mau ikut tourney? Orang koneksi aja tiba-tiba pingnya dari 100 ke 1000. (_ _')
Athena: WKWKWKWKWKWKWKWKWK

Berawal dari percakapan itu, gue jadi beneran pengen ikut masuk DotA 2 Female Team. Ngimpi banget memang, secara banyak halangan dan rintangan yang kebanyakan gak datang dari diri gue sendiri. Kalo dari diri gue sendiri, cuma lemot dan suka bengong masih kalo main. Nah faktor dari luarnya yang bejibun. Huhuhu sedih rasanya ....
Kalo ditanya kenapa gue pengen masuk team dan ikut tourney? Karena gue gamer dan kalo bisa dijadiin pekerjaan baik sampingan maupun utama kenapa enggak? ;)

Gue tahu beberapa DotA 2 Female Team, macam PMS, Na'Vi Female Team, LGD Girls yang lebih cenderung jadi saingannya SNSD kalo jadi girlband, Team Eve bentukannya iG, and many more. Mereka cewek-cewek terpilih pastinya ya, meski gue belum pernah nonton pertandingan mereka sama sekali. Wajarlah, gue lebih milih nontonin yang cowok, tanda gue masih cewek normal. Hahaha :p
Nah kalo dari gue kan ada 2 halangan utamanya, nah kalo dari luar?

April 30, 2014

Akhirnya Lulus Juga!

Well, setelah gue kuliah hampir selama 5 tahun, tadi pagi sekitar jam 10.40 WIB di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni T4.02.12 jurusan bahasa Inggris, gue dinyatakan lulus setelah sidang Skripsi yang benar-benar alot karna gue gak begitu menguasai materi dan pengujinya iseng banget pertanyaannya dibanyakin. Hahaha biarin udah, penting mah sekarang udah ada tambahan nama dibelakang nama terakhir gue. :p

Belum wisuda memang, masih ada kekurangan disana sini yang harus direvisi dan banyak yang harus dikerjain serta dikumpulin buat syarat wisuda. Cuma seenggaknya beban sudah gak terlalu berat yang ada dipundak. Dan semoga gue gak terlena dan bisa ngatur waktu buat beresin semuanya.

Nah gue mau ngucapin banyak terima kasih di postingan ini, silahkan dibaca kalo mau dibaca atau lagi gak ada bahan bacaan. Hehehe

Thanks to:
~ Tuhan Yang Maha Asik, tanpa Tuhan gue hanyalah butiran debu, tsaaaah. Terima kasih setidaknya buat nafas yang bikin gue masih hidup sampe sekarang.
~ Orang tua dan adek gue, tanpa mereka gue bakalan jadi gelandangan tanpa rumah dan pendidikan yang layak. Dan seberapa kalipun gue bilang makasih, gak akan pernah cukup. Tadi begitu pulang sidang, gue dipeluk sama Mamah, bete gara-gara dibantai diruang sidang hilang sudah. Si adek juga semangatin via status FB, it made my day. :')
~ Keluarga besar dari pihak Mamah, well, mereka yang paling concern sama pendidikan gue dan adik gue. Makasih dukungannya selama ini, makasih doanya juga sebelum sidang tadi dan kemarin.
~ Dosen pembimbing akademik sekaligus pembimbing Skripsi, Maam Rahayu Kusumawardani. Makasih sudah diijinkan buat bimbingan dirumah selama saya kerja setahun ini. Dan atas semua bantuannya selama ini, meski tadi tidak bisa menemani saya sidang. Huhuhu

December 22, 2013

Untukmu, Ibu.

Ibu, terima kasih untuk selalu ada ketika yang lain meninggalkanku.
Ibu, terima kasih untuk usap jemarimu ketika aku merasakan sakit teramat sangat diperutku.
Ibu, terima kasih untuk segala petuahmu ketika tak lagi lurus jalanku.
Ibu, terima kasih untuk selalu terbangun ketika ada suara tangis dari dalam kamarku.
Ibu, terima kasih untuk selalu bertanya "Ada apa? Lagi ada masalah?" ketika aku asik dalam diamku.
Ibu, terima kasih untuk peluk hangatmu ketika aku menjadi sendu. Ketika dia memilih untuk memutuskan hubungannya denganku.
Ibu, terima kasih untuk selalu membawakanku bekal untuk makan siangku.
Ibu, terima kasih untuk membuka pintu kamarku dan memakaikan selimut hangat ketika dingin menyergap setiap pagiku.
Ibu, terima kasih untuk menyiapkan sarapan pagi yang enak untukku.
Ibu, terima kasih untuk mengupaskan buah kesukaanku dan memasukkannya ke kulkas untukku. Aku suka itu!
Ibu, terima kasih untuk sering membongkar kotak obat demi aku. Anakmu yang paling sering merepotkanmu dengan segala penyakitku.
Ibu, terima kasih untuk selalu mencoba memahami segala perubahan yang dialami anakmu.
Ibu, terima kasih untuk selalu mencariku ketika aku tidak pulang tepat waktu. Kadang itu benar-benar mengganggu, tapi aku tahu, itu karena kau peduli padaku.
Ibu, terima kasih untuk tak pernah lelah berjuang demi menghidupi anakmu.
Ibu, terima kasih untuk selalu memberikan yang terbaik untuk aku, dan adikku.