November 28, 2013

Dibalik "Tembok".

Bukan, ini bukan soal tembok beneran. Postingan gue kali ini soal cowok cuek, kenapa gue samarin jadi "tembok"? Karena mereka bisa dingin dan diem banget sama orang lain atau bahkan sama orang yang dia sayangi kayak tembok. Gue pacaran sama cowok cuek gak cuma sekali dua kali sih, cuma kadar cueknya beda. Ada yang masih dalam batas wajar gue, ada yang diluar nalar gue. Kenapa sampai gue bilang diluar nalar gue? Karena kalo gondok, cewek manapun kayaknya kalah sama dia. Bisa sampai berhari-hari betah gak ngehubungi.

Kalo yang cueknya masih wajar itu, sama orang lain dia masa bodoh banget tapi sama ceweknya masih care. Dia masih suka basa-basi nanya "Udah makan belum?", "How's your day?", "Jangan capek-capek ya", dan lain-lain. Diajakin ngobrol juga masih ada antusiasnya kalo sama gue, yang notabenenya pacarnya. Even kalo diajakin ngobrol orang lain cuma jawab sekenanya atau malah punya pandangan "Siapa lo ngajakin ngobrol gue?", waktu telponan sama gue dia bisa ngobrol lebih dari 5 jam. Seriously. Hehehe :D

Gue waktu itu bete banget sama yang cueknya diluar kemampuan nalar gue, dan banyak orang yang gue curhatin. Gue langsung tanya dia, kira-kira kayak gini percakapannya.
Gue: "Kenapa sih kamu cuek banget sama aku? Padahal aku cewek kamu, bukan temen kamu."
Dia: "Cuek gimana sih??"
Gue: "Ya kamu jarang banget sms duluan kalo gak aku sms. Nelpon duluan juga bisa diitung jari selama ini, semua harus aku dulu. Kamu gak care sama aku! *mulai gak woles*"
Dia: "Aku buka kartu ya. Setiap pagi, abis bangun pagi nih, aku selalu lihat handphone buat ngecheck ada WhatsApp atau pesan gak dari kamu. Terus kalo gak ada, aku check Timeline kamu. Dan yang kamu gak tahu, aku pake aplikasi yang bisa nunjukin tweet kamu. Tweet kamu warnanya beda sama tweet lain di Timeline aku. Aku care sama kamu, tapi gak perlu kan aku ngomong soal itu?"

Gue kaget banget tahu jawabannya kayak gitu, gue pikir ya dia sayang sama guenya gak banget kayak cowok-cowok gue yang care banget. Cuma setelah itu gue bisa tahu, gak selamanya "tembok" bisa sekaku dan sedingin itu. Cowok secuek apapun juga dia punya hati sih ya, bukan robot. Meski kadang mereka kayak gak care sama kita, atau carenya itu care yang ala kadarnya. Gue tahu, dibalik diemnya mereka itu juga ada rasa takut kehilangan orang yang mereka sayang. Ya meski mereka gak terlalu nunjukin ke orang disekitarnya. :)

November 24, 2013

Kahitna - Mantan Terindah.





Mengapa engkau waktu itu putuskan cintaku.
Dan saat ini, engkau s'lalu ingin bertemu.
Dan mengulang jalin cinta.

Mau di kata kan apa lagi, kita tak akan pernah satu.
Engkau di sana aku di sini, meski hatiku memilihmu.

Andai ku bisa, ingin aku memelukmu lagi.
Di hati ini, hanya engkau mantan terindah. 
Yang selalu ku rindukan.

Engkau meminta padaku, untuk mengatakan bila ku berubah.
Jangan pernah kau ragukan, engkau kan selalu di langkahku.

Engkau di sana aku di sini, meski hatiku memilihmu.
Yang kau t'lah buat sungguhlah indah, buat diriku susah lupa.





November 20, 2013

Kamu, Alasanku Jadi Alay. (2)

Aku meletakkanmu di dada sebelah kiriku.
Kalo kamu gak tau, itu jantungku.
Iya, bagian tervital di organ tubuhku.
Kenapa? Gak percaya kamu?.
Ya sudah terserah kamu, orang kenyataannya begitu.

Kalo sudah tau, makanya jangan pergi ninggalin aku.
Aku gak bakalan bisa hidup tanpa kamu.
Mending kalo aku taruh kamu di hati aku.
Masih banyak hati yang lain yang bakalan ngegantiin kamu.
Nah ini? Jantung aku loh, jantung itu tiap manusia cuma dikasi satu.

Tetep sama aku sampe kapanpun dan gak peduli apapun, janji gih ke aku.
Kamu vital loh buat hidupku, jadi jangan macem-macem sama aku.
Masa kamu nanti tega sih biarin aku meninggal tanpa jantungku?.
Kalo kamu tetep tega ngebiarin aku meninggal kaya gitu, aku gentayangin kamu.



Dari Titis atau aku, buat kamu. Iya kamu, ga usa nengok ke kanan sama kiri gitu deh kamu.






*note:
Kalo yang ini, gue bikin di note Facebook, Sabtu, 5 Februari 2011. Bukan, bukan buat orang yang sama dengan postingan yang sebelumnya. Ini buat pacar gue waktu itu. Hehehe :D

Kamu, Alasanku Jadi Alay.

Sebenarnya kamu, yang ku tunggu dalam mimpiku.
Sebenarnya kamu, yang membuatku selalu menunggu update statusmu.
Sebenarnya kamu, yang membuatku setiap hari melihat profil facebookmu.
Sebenarnya kamu, yang selalu membuatku merasa cemburu.

Sebenarnya kamu, yang mengacaukan rasionalku.
Sebenarnya kamu, yang membuatku setia menunggu kamu putus dengan pacarmu.
Sebenarnya kamu, yang membuatku senyam senyum sendiri di depan laptopku.
Sebenarnya kamu, yang membuatku mencuri beberapa foto di facebookmu.

Sebenarnya kamu, yang membuatku joget kegirangan pas namamu muncul di chat boxku.
Sebenarnya kamu, yang ngerusak moodku setiap kamu walltowall-an ma pacarmu.
Sebenarnya kamu, yang membuatku cuma berani liat profilmu dan gak ninggalin apapun buat kamu.
Sebenarnya kamu, yang dengan bodohnya gak peduliin aku.







*note:
Ini gue buat di note Facebook, Kamis, 17 Juni 2010. Galau gara-gara yang digebet udah punya pacar. Hahaha Lucu banget lah, tau udah punya pacar, masih aja ditungguin, masih aja digalauin. :P

November 17, 2013

KaMi, Kata Mini.

Jika hujan hanya mengajarkanmu tentang kedinginan, datang padaku. Dengan senang hati akan ku tunjukkan apa itu kehangatan.

Kejarlah mimpimu, pun aku juga begitu. Jika kita memang berjodoh, dengan sendirinya kita akan dipertemukan waktu.

Pagi ini aku bermimpi tentangmu, namun aku memilih untuk terbangun. Karna dimimpiku pun kamu tetap dengan angkuh dan diammu.

Bahagialah bersamanya dulu, nanti diujung akan ada aku. Rumah tempatmu pulang, tempat segala beban menghilang.

Biarkan aku memantaskan diri, agar jadi istri  terbaik dan ibu dengan peluk terhangat untuk anak-anakmu, nanti.

Adalah kamu, yang namanya tak pernah luput dari doa. Yang hanya mampu kupandangi dari kejauhan saja.

Yang ku rindu disetiap pagi dan malam, yang tak aku pedulikan dengan siapa kamu sekarang. Cinta ini tetap ada, walau kau memaksanya untuk diam.

Lepaskan jas hujanmu ketika hujan, agar kau rasakan rindu yang ku leburkan disetiap tetesan.

Kali ini ku biarkan kau pergi. Bukan, bukan tak sayang lagi, jika jodoh pasti kau akan kembali. Nanti.

Yang tak kau tahu, Tuan. Rindu-rindu yang tak kesampaian sering mengubah dirinya sendiri menjadi gerimis di pipi.

Ijinkan aku mendaratkan cium di bibirmu yang manis. Agar terhenti tangismu yang gerimis.

Rinduku mungkin serupa gerimis bagi jendelamu, Sam. Tak cukup kuat mengetuk, lalu terabaikan.

Maafkan aku, Bu. Atas semua gerimis yang pernah menetes diwajahmu.

Jika rinduku hanya kau anggap debu, maka bersiaplah. Ada badai pasir yang datang menujumu.

Siapa Sih Kamu Itu?

Jangan bosan melihat postingan aku soal kamu.
Akan selalu ada kamu setiap aku ngerasain yang namanya rindu.

Siapa itu kamu? Sesosok makhluk Tuhan bernama lelaki, ya itu kamu.
Yang tinggi badannya melebihi aku.
Yang gantengnya selalu diingat oleh akal dan pikiranku.
Yang wangi parfumnya paling cepat diidentifikasi hidungku.
Yang lebat rambutnya menjadi favorit tanganku.
Yang bibirnya menjadi partner ciuman paling pas buat bibirku.
Yang dulu pernah merangkai mimpi berdua bersamaku.
Yang matanya tak mau melepaskan jeratannya kepadaku.
Yang tangannya ketika menyeberang jalan pernah menggenggam tanganku.
Yang peluknya menjadi hangat terfavorit dalam hidupku.
Yang yah banyak hal yang aku lewati bersamamu, walau dalam sekejap waktu.

Yang pasti, yang selalu punya tempat di hati dan mimpiku.
Ya itulah kamu.

Masih Sama, Tentang Kamu.

Oh hai kamu, semakin menumpuk saja rinduku untukmu.
Bagaimana hari-harimu tanpaku? Apakah sebahagia yang kau tunjukkan padaku?
Apakah sebahagia foto profilmu? Apakah sebahagia postingan-postinganmu?
Apakah yang kau tunjukkan diluaran sama persis dengan yang dirasakan hatimu?

Aku rindu segala tentangmu, benar-benar rindu.
Aku rindu dengan rumah itu. Tempat yang bisa menerimaku ketika aku datang kapanpun aku mau.
Aku rindu dengan ruang tamumu. Tempat dimana aku biasa berbincang santai dengan keluargamu.
Aku rindu dengan kamarmu. Tempat dimana kita berdua biasa menghabiskan waktu dengan bersenda gurau. Berbincang tentang masa lalu maupun masa depanmu denganku.
Aku rindu dengan kasur empukmu. Tempat dimana kita biasa merebahkan lelah, tertidur lelap berdua. Ada kamu disampingku.
Melihatmu tertidur pulas disampingku, merasakan debaran jantungmu ketika aku rebahkan kepala didadamu. Jarak kita pernah sedekat itu.
Aku memintamu untuk memainkan rambutku sebelum tidur, mengecup keningku, masih dan makin teringat jelas dipikiranku.
Atau ketika aku lelap tertidur dan kamu terjaga, kamu diam-diam memotretku dengan handphonemu. Lalu ketika aku bangun dan bertanya, kamu bilang "Kamu kalo lagi tidur mukanya lucu".
Aku juga rindu dengan motor kesayanganmu, iya yang itu. Motor yang dengan setia mengantarku kemanapun aku mau.
Aku juga rindu memelukmu dari boncengan belakang motormu. Menghirup wangi parfummu, dan memelukmu erat. Salah satu favoritku!
Dan juga aku rindu hangat pelukmu. Ketika aku berjinjit dan hampir terjatuh hanya untuk benar-benar memelukmu, itu lucu. Masih ingat kah kamu?


Apalagi? Banyak yang aku rindu tentangmu, tak cukup kata untuk ungkapkan itu.
Nanti suatu waktu, jika kita diijinkan bertemu, erat pelukku akan menunjukkan betapa besarnya rinduku kepadamu.
Selamat hari Minggu untukmu, doa-doa terbaikku selalu menyertaimu. Jika kamu memang jodohku, akan kembali padaku pada saat dan waktu yang tak pernah kita tahu.
Jika bukan, aku percaya Tuhan tahu bahagiamu melebihi aku.