Nah lama gak update blog, mumpung ada momen juga, saya mutusin buat bikin postingan baru. Hehehe momennya adalah pemilihan umum Presiden Indonesia periode 2014-2019. Saya bukan golongan putih selama ini, cuma gak terlalu antusias sama pemilihan model begini ini. Tapi pemilu kali ini berbeda, euforianya kerasa banget di social media. Saling olok sana sini antar pendukung capres-cawapres dengan jargonnya masing-masing yang membuat saya memutuskan untuk "mute" teman-teman yang terlalu fanatik sama jagoannya, dan menghiasi home Facebook dan Twitter bisa setiap hari tanpa jeda dengan info yang entah hoax atau memang fakta. Me bored as hell guys, you should know about that. :)
Memang itu hak mereka, tapi hak yang tidak fanatik juga untuk menikmati home social media mereka dengan berita yang berbeda dan tidak melulu sama kan? Maka dari itu, saya lebih baik unfollow atau kata halusnya "mute" daripada ini menjadi debat berkepanjangan. Karena adalah hal yang percuma menasehati orang yang fanatik dengan salah satu capres-cawapres, sama seperti ketika menasehati orang yang sedang jatuh cinta.
Ada 2 kandidat, bapak Prabowo-Hatta untuk pilihan pertama, dan pilihan kedua ada bapak JokoWi-JK. Jargon pertama ada salam 2 peci, yang kedua ada salam 2 jari. Jargon mana yang lebih menarik buat saya? Yang pasti jargon nomor....