October 6, 2013

Aku Gak Janji.

Aku gak janji, aku gak bakalan ninggalin kamu kayak mantanmu.
Aku gak janji, aku gak bakalan selingkuh kayak pacarmu yang dulu.
Aku gak janji, aku bakalan jadi yang terakhir buat kamu.
Aku gak janji, aku bakalan selalu ada pas kamu butuh aku.
Aku gak janji, aku gak bakalan bosan sama kamu.
Aku gak janji, aku bakalan jadi yang terbaik buat kamu.
Aku gak janji, aku gak bakalan ngerepotin kamu dengan semua sifatku.
Aku gak janji, aku bisa jadi orang yang selalu bisa kamu banggain ke keluarga dan teman-temanmu.
Aku gak janji, aku bisa ngeluangin waktuku seharian penuh buat kamu.
Aku gak janji, aku gak bakalan nyakitin kamu.
Aku gak janji, aku gak akan sibuk sama gadget atau duniaku sendiri pas sama kamu.
Aku gak janji, aku bakalan selalu sabar ngehadapin semua sifatmu.
Aku gak janji, aku bakalan jadi sesuai apa yang kamu mau.

Yang harusnya kamu tahu, tanpa aku janji pun aku bakalan lakukan semua sebisaku.
Yang terbaik buat kamu, tanpa kamu suruh aku.
Jangan ketakutan sendiri begitu, kamu.

August 30, 2013

AN.

Mata kita pernah saling bertatapan, bukan?.
Saat kita pertama kali berkenalan.
Bibir kita pernah berpagutan, bukan?.
Mungkin debarannya masih bisa dirasakan.
Ditelingaku pernah kau bisikkan sesuatu, bukan?.
Rencanamu soal masa depan.
Tangan ini pernah kau genggam erat, bukan?.
Tak mungkin semudah itu kau melupakan.
Tubuh kita pernah berpelukan, bukan?.
Mungkin hangatnya masih ketinggalan.
Kaki kita pernah berjalan berdampingan, bukan?.
Bersama mimpi-mimpi kita disatukan.

Kita berdua pernah punya cerita, bukan?.
Ya meskipun sekarang hanya tinggal dan hidup dalam kenangan.
Entah untuk selamanya dimatikan, atau akhirnya kembali dibangkitkan.




August 25, 2013

Diselingkuhi, Menyelingkuhi, dan Selingkuhan.

Jadi, beberapa tweet berseri gue, atau beberapa postingan di blog gue dipengaruhi sama lagu yang gue dengerin dan disambung dengan pengalaman dalam hidup gue. Misalnya soal postingan yang ini, gue lagi dengerin lagunya Fatin S - Aku Memilih Setia. Gue ga suka penyanyinya, jujur, jangan tanya alasannya kenapa. Hehehe :D

Secara garis besar, lagunya tentang seseorang yang punya selingkuhan. Cuma akhirnya dia lebih memilih setia sesuai judulnya, meski cinta selingkuhannya lebih besar. Ini yang bikin gue tergelitik ngepost di blog lagi. Hehehe Cinta selingkuhan mana yang ga lebih besar dari pacar? Ga akan ada. Namanya juga selingkuhan, dia bakalan ngelakuin apapun yang ga bisa dilakuin sama pacarnya orang yang dia sukain. Gue ga sok tahu ya, itulah kenapa judul postingan kali ini "Diselingkuhi, Menyelingkuhi, dan Selingkuhan.", karena gue pernah diposisi ketiganya.

Diselingkuhi.

It happens several times in my life. Iya, jadi yang selingkuh ga cuma 1 orang mantan gue, meski beberapa ada yang bakalan gue inget sampe entah kapan. Ga mungkin orang diselingkuhi ga ada penyebabnya, gue (dan mungkin kebanyakan orang) sadar secara penuh akan hal itu. Cuma namanya juga diselingkuhi, pasti yang kerasa sakitnya doang. "Bangke, salah apa gue sampai pacar bisa selingkuh?!", "Apa sih hebatnya itu cowok/cewek?!", dan seterusnya adalah yang ada dipikiran orang pertama kali tahu pacarnya selingkuh instead of "Apa yang harus gue perbaiki ya? Sampai dia selingkuh gitu" or "Ada yang salah sama gue, harus gue ubah jadi lebih baik". Even me, ngamuk dulu yang pasti. Hahaha :))

Menyelingkuhi.

One of the biggest mistakes in my life, tapi entah kenapa gue ulangi beberapa kali. Hahaha Enggak, gue sama sekali ga pernah bangga. Biasa gue, dan mungkin beberapa orang, lakukan untuk membalas dendam sama pasangan yang suka nyakitin, atau nyia-nyiain. Hina banget memang, buat balas dendam, don't do this to your girl/boyfriend. Karena korban selingkuhan, biasanya bakalan nyelingkuhi pasangannya juga. Atau bakalan keinget sampai dia lupa sendiri. :)

Selingkuhan.

One of the sweetest sins in my life. Menurut gue, ini sisi teregois dari 3 stage. Disini orang ga mikir, gimana perasaan pacarnya orang yang dia sayangi. Yang penting dia senang dan bisa dekat sama orang yang dia sayang. Mau pacarnya orang itu dibohongi kek, mau disakiti kek, bodoh amat. Disini orang ga sadar, kalau suatu saat dia juga bisa ditinggalin nantinya kayak pacar-pacar sebelumnya. Cinta mereka lebih besar dari pacar utama? OF COURSE YES. Kan sudah dibilang, apapun asal mereka bisa dekat sama orang yang mereka sayangi. Cuma nanti kalau sudah jadi pacar, jarang banget yang cintanya makin besar. Hahaha :P

June 24, 2013

Move On Dimata Gue.

Jaman gue SMA atau semester awal dulu, move on belum sebooming ini. Pun istilah galau, jarang dipakai pada pemilihan kata Bahasa Indonesia oleh anak muda pada waktu itu. Move on dimata gue itu bukan ketika lo berhasil dapat pacar baru lebih dulu daripada mantan lo, itu berlakunya pas jaman gue muda dulu sih (harusnya). #iyeyangtua
Move on dimata gue itu ketika lo sudah bisa senyum dan bikin joke soal mantan lo dan pacar barunya (kalo punya). Alhamdulillah gue sudah bisa, even ada yang masih gak berani lihat profil social medianya, kenapa? Gue punya alasan tersendiri. Hehehe :D

Dimata gue, orang yang menganggap move on dengan siapa yang paling cepat punya pacar baru itu kurang tepat. Mereka cuma pindah body, bukan hati. Kalo gue sih, ga pernah bisa dengan cepat move on dari satu orang ke orang lain. Sebrengsek apapun orang tersebut. Ga percaya? Gue pernah dan sering dibego-begoin gegara setia sama orang yang harusnya sudah ga pantas buat disetiain lagi. Hahaha pun kalo bisa, ya itu tadi, pindah body bukan pindah hati. Juga dimata gue, move on itu ketika lo sudah lebih berhasil daripada pas ditinggalin sama dia dulu. Lo jadi orang yang lebih baik disegala aspek, ya meski lo masih jomblo dan dia sudah sama pasangan barunya. Seengganya lo punya sesuatu yang dibanggakan, gue bisa tanpa kamu. :)

Dia pasang foto berduaan sama pasangan barunya dan lo sakit hati? Gampang, remove atau bahkan block semua akun dia. Jahat memang, tapi yang bisa bikin kita sakit hati atau enggaknya itu kita sendiri. Sudah lo block? Tapi lo masih aja ngestalk TL dia, terus lihat sesuatu yang benernya kita tahu bakalan kita lihat padahal gak pengen kita lihat. Sakit hati? Salah lo sendiri, sudah tau itu bakalan nyakitin banget, tapi masih aja kepoin yang harusnya gak lo kepoin. Gue pernah diomelin begitu, akhirnya yang gue lakuin ya stop ngepoin yang harusnya gak gue kepoin. :D

Kenapa gue kurang setuju sama yang punya pasangan baru sudah move on dari mantannya? Gue pernah mengalaminya dan sebagian mantan gue pas gue tanya pun ngerasain apa yang gue rasain. Sekian dan terima kasih. :)

June 17, 2013

Hujan di Pagi Ini.

Sepagi ini aku terbangun, memang bukan karena kamu.
Tapi karena rinduku yang semakin tidak santai untuk bertemu.
Tak sampaikah raungannya padamu? Karena seolah kau tak begitu tahu.
Sebenarnya kau tahu, ada rindu juga yang menghantuimu.
Tapi mungkin karena gengsi, ia jadi tak berani bertegur sapa. Cukup malu.

Sesekali kuacuhkan rindu, tak kubiarkan ia menguasai raga dan pikiranku.
Cukup lelah ketika ia menangis tersedu, meminta dipertemukan denganmu.
Harus bilang apa aku? Sudah kehabisan kata untuk membujuknya, agar tak lagi mengharu biru.
Ia tak cukup dewasa untuk menerima bahwa ada jarak memisahkan antara kamu dan aku.
Ia tak cukup dewasa untuk menerima bahwa sulit bagi kita untuk bersatu.

Ku seduh kopi pagiku, sekedar untuk sedikit menenangkan rindu.
Karena aku tahu, tak akan pernah bisa aku menidurkannya barang sekejap untuk tak merindukan sosokmu.

June 16, 2013

Tajam Hujanmu oleh Sapardi Djoko Damono.

Tajam hujanmu

Ini sudah terlanjur mencintaimu:

Payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,

Air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,

Aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,

Arloji yang buram berair kacanya,

Dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan

Deras dinginmu

Sembilu hujanmu





Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.

June 6, 2013

Nicotine.

Kalo sama Nicotine ini, gue beda. Kalo biasanya gue diajarin, sekarang posisinya gue nerapin. Iya, nerapin apa aja yang harusnya ga gue lakuin ke pasangan yang sebelumnya. Jadi begini penjelasannya, sama Nicotine ini gue berusaha banget meminimalisir kesalahan di masa lalu gue. Dalam banyak hal, dan gue pun kadang masih jauh dari namanya berhasil melampaui target.

Semisal, gue dulu anaknya emosian banget. Kalo pas sama dia, kalo menurut gue sih ya, lebih terkontrol. Kecuali kalo memang yang diajakin ngomong kadang suka out of topic, melakukan pembelaan yang ga masuk di akal gue. Hahaha :D
Gue bisa belajar bagaimana ngehandle emosi gue, ya memang masih gampang badmood sih kalo dari komplain yang ada. Hihihi Seengganya gue ga sekasar pas sama Morphine dan Caffeine. Suatu pencapaian yang gue bilang luar biasa, mengingat gue dulunya kayak gimana. :)

Dari dia juga gue bisa jadi seperti ini, mencoba hal baru yang gue awalnya ga suka banget. Semisal soal job guru yang gue ambil ini, gue dulu anti banget jadi guru. Karena pas PPL, bikin gue eneg banget jadi yang namanya guru. Guru dimata gue pada saat itu, repot banget. Pun di masa-masa gue kuliah dari semester awal sampai semester 7 kemarin, guru dimata gue sudah pekerjaan yang susah. Tapi karena dorongan dia yang kuat, gue jadi berani mengambil posisi guru yang kosong disekolah gue yang sekarang. Ternyata, job desk guru disitu dengan guru yang selama ini sudah terpaku di otak gue, sangat amat berbeda. Gue sangat bersyukur mengambil job ini sekarang. :)

Dari dia juga gue belajar gimana caranya menghormati pemeluk agama lain. Yes, we have the same God, but different name. Gue jadi mau belajar soal agama lain, pemikiran gue juga ga jadi kolot banget kayak beberapa orang yang gue kenal. Sama dia, gue bisa jadi diri gue sendiri. Yang ga ngerti, bakalan ada yang seperti dia lagi atau engga di kehidupan gue nanti. Mungkin ada, dan bisa lebih baik lagi. :)